Connect With Us

4 Ikon Kota Tangerang yang Mesti Kamu Tahu

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 3 April 2018 | 15:00

| Dibaca : 23764

Pintu Air Sepuluh. (@TangerangNews.com / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang kini telah memasuki usia perak yakni 25 tahun. Pada usia ini, infrastruktur yang ada di Kota Tangerang berkembang dengan pesat.

Kota yang merupakan hasil pemekaran dari wilayah Kabupaten Tangerang ini telah banyak memiliki bangunan yang dijadikan sebagai icon perkotaan.

Icon yang telah dibangun pun teramat unik sehingga hanya ada di Kota Tangerang saja.

Ada empat macam icon milik Kota Tangerang yang berhasil dirangkum TangerangNews.com. Bagi warga Tangerang Kota khususnya, sangatlah wajib mengetahui icon unik ini.

SPORT
71 Atlet Menembak Bersaing Rebut Empat Emas di Porprov Banten

71 Atlet Menembak Bersaing Rebut Empat Emas di Porprov Banten

Senin, 15 Oktober 2018 | 19:03

TANGERANGNEWS.com-71 atlet menembak pada perhelatan olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-5 pada cabang olah raga (cabor) menembak akan

BISNIS
Keuntungan Menggiurkan, Akseleran Sasar Warga Tangerang

Keuntungan Menggiurkan, Akseleran Sasar Warga Tangerang

Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:00

TANGERANGNEWS.com-Perkembangan perusahaan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi (fintech peer to peer lending) di Indonesia terus berkembang pesat.

WISATA
Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Rabu, 26 September 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Kalau kamu orang Indonesia asli, pasti sudah nggak asing ya dengan legenda Malin Kundang. Cerita rakyat dari Sumatera Barat ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil.

HIBURAN
Usung Konsep Betawi, Pasar Jajan Teras Cisadane Hadir di Kota Tangerang

Usung Konsep Betawi, Pasar Jajan Teras Cisadane Hadir di Kota Tangerang

Senin, 15 Oktober 2018 | 18:59

TANGERANGNEWS.com-Setelah sukses membuat Pasar Jajan di Taman Potret dan Taman Gajah dengan konsep modern dan milenial, Pemerintah Kota

"Hidup lah untuk memberi yang sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya"

Andrean Hirata