Connect With Us

Australia & Spanyol Kepincut Smart City Kota Tangerang

Advertorial | Jumat, 11 Mei 2018 | 19:00

| Dibaca : 823

Booth Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang pada saat Pameran Smart Home and City Indonesia yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, 3-5 Mei 2018. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Dua perwakilan dari kedutaan Australia dan Spanyol singgah di booth Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang pada saat Pameran Smart Home and City Indonesia yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, 3-5 Mei 2018. 

Direktur Perdagangan dan Investasi dari Kedutaan Australia, Mercy Simorangkir dan Konsultan Bagian Penelitian dan Pengembangan Teknologi dari Kedutaan Spanyol, Alfonso Gamero Navarro, sangat tertarik dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui pengembangan Smart City.

Hingga menghentikan langkah mereka untuk mendapatkan informasi di booth Dinas Kominfo, yang menampilkan beragam konten seperti Aplikasi Layanan dan Informasi Publik Tangerang LIVE juga Eksplor Tangerang, yang menyajikan berbagai potensi kota melalui tayangan Tangerang TV, Majalah LIVE, Koran Benteng maupun banner.

Di dalam perbincangan, secara umum Mercy dan Alfonso menyampaikan, dibutuhkan komitmen dan kerjasama seluruh pihak dalam mewujudkan Smart City.

Tak terkecuali dengan pihaknya. Keduanya berharap, ke depan dapat berdiskusi lebih lanjut, juga tak menutup kemungkinan dapat bekerjasama dalam pengembangan Smart City. 

Bahkan, Mercy, ingin mengundang Kota Tangerang dalam event yang biasa mereka gelar terkait manajemen perkotaan berbasis Smart City. 

"Senang sekali, bisa datang dan mampir kesini. Mudah-mudahan ke depan kita bisa jalin kerjasama," ujarnya saat berada di booth Dinas Kominfo.

Mereka kagum atas upaya yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang melalui Dinas Kominfo. Di mana pelayanan publik dan infomasi diupayakan tanpa terbatas pada jarak, ruang dan waktu.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Hery Tafiyudien, menuturkan, Smart City Kota Tangerang sudah beberapa kali menjadi perhatian pihak luar negeri. Tak hanya pada pameran ini, University Technology of Sidney juga pernah mengundang Pemkot Tangerang pada Australia Digital Forum yang dipelopori Profesor Anthony Burke.

Adapun keikutsertaan Kota Tangerang pada pameran ini, selain sebagai ajang promosi tentunya juga semakin menambah jaringan dan jalinan kerjasama dengan kota-kota, vendor-vendor pendukung pengembangan Smart City, sehingga implementasi Smart City dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh Masyarakat Kota Tangerang.

"Kami akan terus maksimalkan sebaran informasi. Tak hanya media pameran, tapi elektronik dan juga cetak," tuturnya.(RAZ/RGI)

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie