Connect With Us

Isak Tangis Iringi Jenazah Korban Bom Surabaya di Gereja Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 15 Mei 2018 | 16:00

| Dibaca : 12726

Keluarga almarhum Legita atau Lim Gwat Ni, 56, yang menjadi salah satu korban bom Surabaya menggelar misa requiem di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Tangerang, Selasa (15/5/3018). (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Isak tangis keluarga, kerabat dan para jamaah mengiringi jenazah Legita atau Lim Gwat Ni, 56, salah satu korban bom Surabaya.

Korban yang merupakan warga Cipondoh, Kota Tangerang, itu tiba di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Tangerang pada Selasa (15/5/3018) sekitar pukul 14.30 WIB untuk menggelar misa requiem.

Keluarga dan kerabat korban pun menyambut kedatangan jenazah yang tiba menggunakan mobil ambulans.

Saat tiba, jenazah yang berada di dalam peti berwarna putih langsung di gotong ke dalam Gereja. Suasana haru sangat terasa di rumah ibadah tersebut.

Jenazah Legita disambut dengan nyanyian misa oleh para jamaah. Isak tangis juga terdengar dari seluruh jamaah yang hadir.

Selanjutnya para jamaah melantunkan doa-doa untuk korban. Pembacaan doa dalam misa ini pun dipimpin oleh Pastor Walterus Teguh Santosa Sj.

Sebagai informasi, Legita merupakan salah satu korban bom yang mengguncang Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.(RAZ/HRU)

BISNIS
Ramadan, SMS Hadirkan Hiburan Musik Religi Hingga Diskon Belanja 70%

Ramadan, SMS Hadirkan Hiburan Musik Religi Hingga Diskon Belanja 70%

Rabu, 30 Mei 2018 | 20:29

TANGERANGNEWS.com-Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Summarecon Mal Serpong (SMS) kembali mempersembahkan rangkaian acara

NASIONAL
2 Pendaki Wanita Indonesia yang mendaki Gunung Tertinggi Dunia Kembali ke Tanah Air

2 Pendaki Wanita Indonesia yang mendaki Gunung Tertinggi Dunia Kembali ke Tanah Air

Kamis, 31 Mei 2018 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-Akhirnya, dua pendaki dari Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MahitalaUnpar (WISSEMU) kembali ke Tanah Air.

OPINI
Earth Hour: Peringatan Bagi Manusia di Bumi

Earth Hour: Peringatan Bagi Manusia di Bumi

Rabu, 4 April 2018 | 12:00

Kondisi iklim yang semakin hari mengalami perubahan tidak menentu akibat adanya proses pemanasan global membuat bumi bekerja semakin keras. Masyarakat dunia memiliki peran besar terhadap perubahan iklim yang terjadi.

"Sekali anda mengerjakan sesuatu jangan takut gagal dan jangan tinggalkan itu. orang orang yang bekerja dengan ketulusan hati adalah mereka yang paling bahagia. "

Chanakya