Connect With Us

Isak Tangis Iringi Jenazah Korban Bom Surabaya di Gereja Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 15 Mei 2018 | 16:00

| Dibaca : 13012

Keluarga almarhum Legita atau Lim Gwat Ni, 56, yang menjadi salah satu korban bom Surabaya menggelar misa requiem di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Tangerang, Selasa (15/5/3018). (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Isak tangis keluarga, kerabat dan para jamaah mengiringi jenazah Legita atau Lim Gwat Ni, 56, salah satu korban bom Surabaya.

Korban yang merupakan warga Cipondoh, Kota Tangerang, itu tiba di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Tangerang pada Selasa (15/5/3018) sekitar pukul 14.30 WIB untuk menggelar misa requiem.

Keluarga dan kerabat korban pun menyambut kedatangan jenazah yang tiba menggunakan mobil ambulans.

Saat tiba, jenazah yang berada di dalam peti berwarna putih langsung di gotong ke dalam Gereja. Suasana haru sangat terasa di rumah ibadah tersebut.

Jenazah Legita disambut dengan nyanyian misa oleh para jamaah. Isak tangis juga terdengar dari seluruh jamaah yang hadir.

Selanjutnya para jamaah melantunkan doa-doa untuk korban. Pembacaan doa dalam misa ini pun dipimpin oleh Pastor Walterus Teguh Santosa Sj.

Sebagai informasi, Legita merupakan salah satu korban bom yang mengguncang Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.(RAZ/HRU)

PROPERTI
Mandaya Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp1,2 Triliun di Tangerang

Mandaya Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp1,2 Triliun di Tangerang

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:04

TANGERANGNEWS.com-Mandaya Hospital Group mulai membangun Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) di CBD area kompleks Perumahan Metland

OPINI
Lebak, Si Kaya Akan Pasir, Miskin Akan Kesejahteraan

Lebak, Si Kaya Akan Pasir, Miskin Akan Kesejahteraan

Kamis, 6 Desember 2018 | 17:00

Tambang pasir legal maupun ilegal dibeberapa kecamatan di Kabupaten Lebak tak dapat memperbaiki ekonomi sekitar, bahkan lebih banyak mudaratnya.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti apa yang Anda inginkan."

George Elliot