Connect With Us

Pjs Walkot Tangerang Buka Market Sounding Proyek PLTSa

Advertorial | Selasa, 15 Mei 2018 | 19:00

| Dibaca : 297

Pemkot Tangerang mengadakan Penjajakan Pasar atau Market Sounding yang bekerja sama dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur menjadi energi listrik yang diselenggarakan di Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa (15/5/2018). (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)



TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang kembali mengadakan Penjajakan Pasar atau Market Sounding bekerja sama dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur menjadi energi listrik yang diselenggarakan di Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa (15/5/2018).

Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang semakin meningkat setiap tahun akan berdampak terhadap peningkatan volume sampah yang dihasilkan dan akan berpengaruh kepada kualitas lingkungan Kota Tangerang.

Dengan latar belakang tersebut, dirasa perlu adanya usaha untuk mengurangi volume sampah dengan menggunakan teknologi pengolahan sampah yang berwawasan lingkungan.

Pjs Wali Kota Tangerang M Yusuf.

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang M Yusuf yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan bahwa tujuan dari diadakannya market sounding ini adalah untuk mendapatkan teknologi yang paling efektif dan efisien untuk mengatasi persoalan persampahan yang ada di kota Tangerang.

"Harapan kami kemitraan ini menjadi baik dan tidak menjadi beban untuk kami," ujarnya yang didampingi Sekretaris Daerah Dadi Budaeri.

Saat ini Kota Tangerang telah memiliki TPA Rawa Kucing dengan luas area seluas 5 Ha sebagai salah satu fasilitas utama untuk proyek pengolahan sampah berbasis energi sesuai dengan Perpres No. 35/2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah.

"Sekarang TPA rawa kucing mampu menampung sampah sekitar 1000 ton perharinya namun teknologinya masih tradisional jadi masih ada efeknya ke lingkungan sekitar," kata Yusuf.

Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan suatu teknologi yang dapat membantu mengatasi dampak dari proses pengolahan persampahan di hilir.

"Kami akan bersikap netral terhadap siapapun yang akan mengikuti proses lelang dan berharap yang terbaik untuk bersama dengan pemkot mengatasi persoalan sampah," tuturnya.

Untuk diketahui, acara penjajakan pasar dalam penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini diikuti sebanyak 78 perusahaan nasional maupun internasional serta perwakilan kementerian dan BUMN.

Selanjutnya proses pemilihan / pelelangan calon investor akan dilakukan oleh PT. Tangerang Nusantara Global selaku BUMD Kota Tangerang.(DBI/HRU)

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

HIBURAN
Festival Kuliner Serpong 2018 Hadirkan Pesona Bumi Borneo

Festival Kuliner Serpong 2018 Hadirkan Pesona Bumi Borneo

Senin, 20 Agustus 2018 | 19:09

TANGERANGNEWS.com-Memasuki tahun ke delapan, Summarecon Mal Serpong (SMS) kembali menggelar perhelatan akbar Festival Kuliner Serpong (FKS) yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie