Guru di Tangsel Dipolisikan Gegara Menasehati Murid, Polisi Upayakan Jalan Damai
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:44
Seorang guru SD di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan ke polisi oleh orang tua muridnya sendiri.
TANGERANGNEWS.com-Almarhum Nahir, korban tewas akibat kecelakaan hingga kedua kakinya terputus di Tangcity Mall, Kota Tangerang, meninggalkan istri dan dua orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Belakangan diketahui, warga Jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang itu rupanya seorang pekerja buruh pabrik di kawasan Tangerang.
Hal tersebut diungkapkan oleh keponakan Almarhum, Hany Fitriyani. Menurutnya, saat sebelum peristiwa kecelakaan itu, rupanya korban sudah berpesan kepada keluarga agar kedua anaknya itu harus sekolah di pondok pesantren.
"Sebelum meninggal, Om saya sudah pesan minta anak-anaknya untuk dipesantrenkan," katanya kepada TangerangNews, Selasa (5/6/2018).
Hany menuturkan, pesan yang pernah diutarakannya itu merupakan pertanda bahwa permintaan saudaranya tersebut adalah wasiat terakhir.
"Mungkin itu pertanda kalau om sudah tidak bisa nafkahin keluarganya," ucapnya.
Hany mengatakan, korban yang menutup usianya ke 43 tahun itu setiap harinya menjadi buruh keramik untuk menghidupi keluarganya.
"Om meninggalkan dua anak yang masih pada SD dan istrinya ada," ucapnya.
Hany menambahkan, kecelakan itu terjadi usai pamannya mampir di Tangcity Mall untuk membeli sandal.
Namun, ketika hendak pulang menuju rumahnya, korban mengalami ditabrak truk tanah. Tubuhnya terseret hingga lima meter dan mengakibatkan dua kakinya terputus.
Korban sempat dibawa ke RSUD Tangerang untuk mendapat perawatan. Namun akhirnya meninggal dunia.(RAZ/RGI)
Seorang guru SD di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan ke polisi oleh orang tua muridnya sendiri.
TODAY TAGMasalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews