Connect With Us

Kalah Judi Online, Cucu Habisi Nyawa Nenek di Cipondoh

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 6 Juni 2018 | 12:29

Rumah korban terduga pembunuhan, Amsah, 85, diberi garis kuning polisi di Jalan Irigasi Sipon, RT 001/05, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Pria berinisial AM, 23, tega menghabisi nyawa neneknya, Amsah, 85 di Cipondoh, Kota Tangerang. Setelah dihabisi, sang cucu diduga menggondol perhiasan neneknya lantaran kalah bermain judi online.

Misteri kematian Amsah sendiri terkuak setelah kepolisian melakukan pembongkaran makam guna keperluan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian nenek berusia 85 tahun tersebut.

Ditemui di sekitar kuburan korban, Ketua RT setempat Bambang Siswanto menceritakan, awal kejadiaan perkara pembunuhan tersebut terjadi pada senin (21/5/2018) setelah dirinya didatangi keluarga nenek Amsah pada pukul 20.00 WIB yang menyampaikan korban meninggal dunia.

"Keponakannya, Fendi mendatangi saya dan mengatakan bahwa nenek Amsah meninggal dunia, tapi ada keanehan karena perhiasan korban hilang," terang Bambang, Rabu (6/6/2018).

Sesudah mendengar laporan warganya, lanjut dia, Bambang langsung mendatangi rumah korban dan mendapati mayat korban sudah dipindahkan dari tempat tidur oleh keluarganya ke depan rumah untuk proses persemayaman.

"Saya dan keluarganya lalu melihat keadaan korban dan didapati adanya luka lebam bekas cekikan di lehernya. Lalu saya menyampaikan kepada keluarga korban apakah kasus ini ingin diteruskan kepihak kepolisian atau bagaimana? Anak tertua dari korban, Ibu Lela mengatakan, bahwa keluarga sudah rela dan ridho atas kematian Nenek Amsah," jelasnya.

Berdasarkan keputusan keluarga, dilakukanlah prosesi penguburan korban saat itu. Korban lalu dikubur di makam milik keluarga yang terletak di halaman belakang rumah korban.

“Saat itu ya mereka tidak berfikir yang macem-macem,” jelasnya.

Kasus ini mulai terungkap setelah dia mendengar desas desus adanya pengakuan pelaku AM kepada temannya FA, pada Minggu (3/6/2018), bahwa dia telah membunuh neneknya.

"Dia (AM) ngomong 'Gue habis ngebunuh nyai gw nih'," ditirukan RT.

FA lalu menemui Ketua RW setempat untuk menyampaikan apa yang sudah diakui oleh AM kepadanya. Ketua RW kemudian mengumpulkan keluarga korban untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

"Kami sampaikan jika kasus ini ingin dibawa secara hukum dan dilaporkan ke polisi keluarga harus siap bahwa korban makamnya akan dibongkar kembali guna dilakukan otopsi, akhirnya keluarga setuju," paparnya lagi.

AM yang sebelumnya tidak mengakui perbuatannya itu kemudan dibawa ke kantor polisi bersama keluarganya.

"Semula di kantor polisi pun pelaku berkelit tidak mengakui perbuatannya. Setelah dipertemukan dengan saksi yang mendengar pengakuannya, dia tidak bisa berkelit. Akhirnya dia mengaku membekap dan mencekik neneknya karena terbangun saat perhiasannya akan diambil pelaku," jelas Bambang.

Setelah dilakukan pengembangan oleh pihak berwajib, Bambang mengatakan, pelaku menjual perhiasan kalung dan gelang korban seberat 40 gram ke toko emas di daerah Pasar Bengkok Pinang Kota Tangerang.

"Berdasarkan keterangan pemilik toko, pelaku beberapa kali datang ke tokonya sambil menangis menjual emas tersebut senilai Rp18 juta untuk berobat ibunya yang sedang sakit," terang RT berdasarkan informasi yang didapat dari kepolisian.

Sementara itu, Mulyadi salah satu Cucu Nenek Amsah mengaku kesal atas perbuatan yang dilakukan AM. Menurut dia, AM tega menghabisi nyawa neneknya sendiri lantaran terbelit hutang perjudian.

“Awalnya ditanya enggak ngaku. Tapi ternyata dia gara-gara judi online, dia punya utang Rp20 juta,” singkat Mulyadi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno membenarkan tentang insiden pembunuhan tersebut. Namun dirinya enggan menjelaskan lebih dalam ihwal motif pelaku menghabisi nyawa korban karena akan dirilis.(RAZ/HRU)

TANGSEL
Pernah Kehilangan Motor di Tangsel? Segera Cek ke Polres, Ambilnya Gratis Tanpa Biaya

Pernah Kehilangan Motor di Tangsel? Segera Cek ke Polres, Ambilnya Gratis Tanpa Biaya

Rabu, 22 April 2026 | 13:32

Bagi masyarakat yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat mendatangi polres setempat untuk mengecek keberadaanya.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Senin, 20 April 2026 | 14:42

Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian. 

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill