Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANGNEWS.com-Masyarakat Kota Tangerang akan semakin mudah mendapat pelayanan transportasi masal, karena Bus Rapid Transit (BRT) Koridor 2 jurusan Terminal Poris Plawad-Cibodas, mulai beroperasi Kamis (7/6/2018).
Bus berkapasitas 22 penumpang itu dilengkapi dengan AC sehingga nyaman bagi penumpang. Trayek baru yang dilintasi berjarak 24,5 KM dan akan berhenti di 36 titik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Saepul Rohman mengatakan, BRT Koridor 2 ini akan menambah layanan transportasi dalam kota.

"Desain armada BRT Koridor 2 ini seperti bus biasa karena tidak ada halte, hanya berhenti di bus stop. Tidak seperti armada Koridor 1 yang pintu penumpangnya tinggi, sesuai dengan haltenya," katanya.
Sebelumnya, Koridor 1 jurusan Poris Plawad-Jatiuwung yang telah beroperasi sejak tahun 2016 sudah mengalami peningkatan penumpang. "Setiap bulannya meningkat, tercatat hingga Maret 2018 ada 38 ribu penumpang," terangnya.
Untuk tarif sendiri sama seperti Koridor 1 yakni sebesar Rp2000 baik bagi penumpang umum maupun pelajar. "Kedepan akan segera ditambahkan 4 koridor lagi yakni jurusan Pinang, Ciledug, Cadas, Bandara Soekarno Hatta ke Terminal Poris Plawad," kata Saepul.(RAZ/RGI)
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TODAY TAGKawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Setiap kali perempuan bersuara mengkritik pemerintah, negara selalu mengatakan hal yang sama: kritik itu sah, demokrasi dijamin. Tapi kenyataan di lapangan sering berkata sebaliknya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews