Pergoki ASN Telat Apel Pagi, Wakil Wali Kota Tangerang Ingatkan Sanksi Tegas Menanti
Senin, 31 Agustus 2026 | 18:45
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II menyelenggarakan mudik gratis untuk 2.000 pemudik bertajuk Mudik Bareng Guyub Rukun dalam program Mudik Bareng BUMN 2018.
Hal ini bertujuan dalam rangka mewujudkan mudik lebaran yang aman dan nyaman menuju kampung halaman.
Tahap pertama pelepasan mudik lebaran gratis tersebut dilakukan dari Gedung 601, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (8/6/2018).
Secara simbolis pelepasan pemberangkatan dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awalludin.
Awalludin mengatakan, pada tahun ini pihaknya memberangkatkan total 2.000 pemudik dengan menggunakan 50 armada bus ke kota tujuan di antaranya Lampung dan Jawa Tengah.
"Ini kita senang sekali karena tahun lalu kita hanya 22 bus dengan 800 peserta. Jadi tahun ini bisa dua kali lipat lebih kuota peserta yang ikut mudik," ujar Awalludin.
Menurutnya, peserta mudik gratis ini berasal dari Komunitas Bandara Soekarno-Hatta dan sebagian besar dari warga Tangerang.
Awalludin berharap para pemudik dapat tiba ke kampung halamannya dengan selamat dan bisa merayakan hari raya idul fitri bersama keluarganya.
"Mudah-mudahan program ini ke depan terus berjalan dan jumlah pesertanya akan terus bertambah lagi. Semoga lancar diperjalanan dan sampai tujuan," imbuhnya.
Satu dari ribuan pemudik, Intan mengatakan dengan adanya program Mudik Bareng BUMN ini, ia dan keluarganya merasa terbantu.
"Saya sengaja memang pengen nyari mudik gratis. Karena dalam hal ini kita sebagai masyarakat biasa merasa terbantu kan makasih banget," ucapnya.(RAZ/RGI)
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TODAY TAGMerasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Jajaran Polresta Tangerang terus mendalami kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang pria berinisial M , 31, di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews