Connect With Us

Seru! Suasana Pleno Penghitungan Suara Pilkada Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 4 Juli 2018 | 12:58

| Dibaca : 429

Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di KPU Kota Tangerang, Rabu (4/7/2018). (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

 

TANGERANGNEWS.com-KPU Kota Tangerang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang tahun 2018, Rabu (4/7/2018).

Pleno rekapitulasi yang dipimpin Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane ini berlangsung di aula kantor KPU setempat, Jalan Nyimas Melati  No 16, Kota Tangerang.

KPU

Pantauan TangerangNews di lokasi pukul 11.30 WIB, rapat tersebut masih berlangsung.

Tampak para pengurus PPK di 13 kecamatan secara bergiliran menyampaikan rincian hasil rekapitulasi kepada saksi, komisioner KPU, dan Panwaslu.

Suasana rapat tersebut pun berlangsung seru, Karena Ketua Panwaslu Agus Muslim selalu mengkritisi saat PPK penyampaian hasil rekapitulasi suara.

Seperti saat rekapitulasi suara Kecamatan Karawaci. Agus langsung mengkritisi jumlah data yang disampaikan PPK. Menurutnya, ada yang keliru dari yang disampaikan dengan data yang sebenarnya.

"Sebentar-sebentar, ini yang betul yang mana datanya. Jangan sampai berubah apa yang disampaikan dengan data yang sesungguhnya?," tanya Agus kepada PPK Karawaci.

"Maaf pak terbalik. Memang ada data perubahan dan sudah disampaikan ke Panwascam," jawab pengurus PPK Karawaci.

Usai tanya jawab itu, suasana yang sempat tegang kembali cair. Para PPK kembali menyampaikan rekapitulasi suara dengan lebih hati-hati.(RAZ/HRU)

TEKNO
150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

Jumat, 14 September 2018 | 10:33

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land bekerja sama dengan Alpha Momentum menggelar Starthub Connect 2018 di ICE BSD City,

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie