Connect With Us

Ini Modus Kelompok Begal Sadis Penembak Saripah

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 20 Juli 2018 | 09:35

| Dibaca : 4210

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono bersama anggota lainnya saat menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/7/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

 

TANGERANGNEWS.com-Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono mengungkapkan, pelaku berinisial R termasuk dalam kelompok begal jaringan Lampung yang tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam.

Menurutnya, berbagai macam modus dilakukan jaringan tersebut untuk merampas kendaraan bermotor milik korbannya.

"Modus kelompok ini melukai korban kemudian membawa atau mengambil barangnya. Ini sama dengan modus kemarin, dia lukai korban dahulu tapi ketahuan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/7/2018).

Selain itu, modus lain dari komplotan ini juga dengan merampas sepeda motor terlebih dahulu kemudian melakukan kekerasan terhadap korbannya.

"Ada modus lain, kalo dia ancam (korban) dan barangnya diberikan, korban disuruh pergi. Ada juga yang mengambil, korban melawan, maka dia lukai korbannya," tambah Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saripah menghembuskan nyawa terakhirnya di Jalan HR Rasuna Said, Cipete, Kota Tangerang beberapa waktu yang lalu. Korban tewas ditangan pelaku begal sadis jaringan Lampung tersebut karena berupaya mempertahankan sepeda motor suaminya.(RMI/HRU)

BANTEN
18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:34

TANGERANGNEWS.com-Hari ini, 4 Oktober 2018, Provinsi Banten genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah daerah otonom hasil

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Area Revolusi Digital Milennial di Tangerang

Ini Area Revolusi Digital Milennial di Tangerang

Senin, 8 Oktober 2018 | 10:21

TANGERANGNEWS.com-Arena teknologi digital milenial, Techpolitan, resmi beroperasi di The Breeze BSD City, Tangerang.

"Semua orang pernah gagal. Sebagian menyerah, sebagian bangkit kembali. Maka ada pecundang, ada pemenang."

Ken Terate