Connect With Us

Sopir Taksi yang Tewas di Jayanti Sosok Ramah dan Gigih

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 1 Agustus 2018 | 16:09

| Dibaca : 4827

Suasana di kediaman RB, sopir taksi yang dibunuh di Tangerang, Rabu (1/8/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-RB, sopir taksi yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kampung Cireungit, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa (31/7/2018)  dikenal sebagai sosok yang ramah dan gigih.

Dalam kesehariannya, sopir taksi Ekspress itu tinggal di mess yang berlokasi di Perumahan Alam Indah blok P1/05 RT 03/08, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. 

Korban meninggalkan seorang istri dan satu anak gadisnya.

Yuli, saudara korban mengaku tidak menyangka korban meninggal dunia dengan cara mengenaskan. Korban menurut Yuli seorang pekerja keras sehingga jarang sekali pulang ke messnya.

“Tidurnya di pull tapi rumahnya disini. Kami kaget mendengar berita itu,” ungkapnya di di mess RB tersebut, Rabu (1/8/2018).

Lanjut Yuli, kabar kematian korban diketahui pihak keluarga pada Selasa, (31/7/2018) pagi hari. Menurutnya, hal tersebut disampaikan pihak berwenang kepada pihak Pull taksi Ekspress tempat korban bekerja.

“Infomasinya sih udah ketangkap satu tapi saya engga tau juga, katanya tiga orang pelakunya. Dan mobil yang dikendarai bapak (RB) dihancurkan,” terangnya.

Menurut Yuli sebelumnya RB terlihat bahagia, terlebih lagi dirinya baru menggelar selamatan atas selesainya renovasi rumah yang ia tempati.

“Hari Minggu masih pulang, saya dikasih tahu saja. Waktu selamatan rumah yang sudah selesai direnovasi. Bahkan anaknya Cindy kemarin baru minta anterin, dia umur 18 tahun. Minta anterin kuliah di Budi Dharma di Karawaci, karena ibunya juga lagi sakit,” papar Yuli.

Terpisah, Titi, ibu RT setempat mengatakan RB merupakan sosok yang ramah dan santun terhadap warga sekitar. Bahkan dimata Titi, RB adalah sosok yang tekun dan gigih dalam mencari rejeki.

“Dia orangnya sering ngobrol sama bapak -bapak di sini. Dia itu kalau pulang malam, orangnya tekun karena setiap hari pagi sudah berangkat dan baru pulang lagi malam,” ungkapnya.

Namun demikian hingga saat ini Titi mengaku belum mengetahui RB akan disemayamkan dimana. Pasalnya jenazah dari RB belum terlihat di rumah duka.

“Kalau Chinese kan biasanya tidak dibawa kesini langsung ke Tangerang sana. Kami juga tadi mau buka tenda di rumah beliau bingung,” tutur Titi.

Hingga saat ini jenazah dari RB masih berada di rumah sakit untuk diautopsi. Pria asal Sukabumi itu ditemukan tewas dengan beberapa luka dibagian tubuhnya Selasa (31/7/2018) diarea pesawahan di kampung Cireungit, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat luka bekas jeratan tali dilehernya.(MRI/RGI)

PROPERTI
Kawasan Tangerang Mulai Jadi Incaran Pasar Properti Apartemen

Kawasan Tangerang Mulai Jadi Incaran Pasar Properti Apartemen

Selasa, 12 November 2019 | 19:56

TANGERANGNEWS.com-Kawasan Tangerang dewasa ini menjadi salah satu kawasan yang dianggap paling potensial dari segi pasar properti apartemen. Kawasan ini mulai menjadi incaran pengembang properti untuk mencakup pasar yang lebih luas lagi.

MANCANEGARA
Terbang ke Cina, Mad Romli Bicara Program Gerbang Mapan

Terbang ke Cina, Mad Romli Bicara Program Gerbang Mapan

Sabtu, 2 November 2019 | 19:29

TANGERANGNEWS.com-Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menghadiri World Congres Ocean (WCO) Kongres Laut Tahunan ke-8 Dunia Xiamen,

OPINI
Marwah Santri & Kewajiban Berjilbab di Sekolah Umum

Marwah Santri & Kewajiban Berjilbab di Sekolah Umum

Minggu, 17 November 2019 | 13:47

TANGERANGNEWS.com-Euforia formalisasi Islam yang melanda Indonesia sejak masa reformasi juga merambah ke lembaga pendidikan umum, baik negeri maupun swasta.

SPORT
10 Siswa SD Lolos Audisi Bulutangkis Sinar Mas Land Mencari Juara 2019  

10 Siswa SD Lolos Audisi Bulutangkis Sinar Mas Land Mencari Juara 2019  

Minggu, 17 November 2019 | 10:20

TANGERANGNEWS.com-Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) usia 8-11 ikuti audisi Sinar Mas Land Mencari Juara 2019 di Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center (DCWIBC), Sabtu (16/11).

"Kinerja yang hebat bukanlah karena keberuntungan. Dibutuhkan fokus, kesungguhan hati dan kerja keras."

Anonymous