Connect With Us

Meriahkan HUT RI, Kesbangpol Kota Tangerang Gelar Cerdas Cermat Antar SMA

Advertorial | Rabu, 8 Agustus 2018 | 12:00

| Dibaca : 486

Kegiatan lomba cerdas cermat empat konsensus dasar kebangsaan yang diikuti 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri maupun swasta se-Kota Tangerang di Aula Gedung Cisadane, Jalan KS Tubun, Pasar Baru, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang menggelar lomba cerdas cermat empat konsensus dasar kebangsaan.

Cerdas cermat yang diikuti 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri maupun swasta se-Kota Tangerang ini berlangsung selama dua hari hingga Kamis (9/8/2018) di Aula Gedung Cisadane, Jalan KS Tubun, Pasar Baru, Karawaci, Kota Tangerang.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang Temmy Mulyadi membuka secara resmi lomba cerdas cermat antar pelajar tingkat SMA tersebut pada Rabu (8/8/2018).

Temmy mengatakan cerdas cermat ini bertujuan selain sebagai ajang mengasah pengetahuan wawasan kebangsaan, juga untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan pelajar.

Menurutnya, pengetahuan empat konsensus dasar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI sudah mulai luntur di kalangan pelajar.

"Nah sekarang ini sudah mulai meluntur. Makanya ini kita laksanakan lomba cerdas cermat empat konsensus dasar kebangsaan sehingga nantinya terpupuk jiwa persatuan dan kesatuan di antara para pelajar," ujar Temmy.

Dalam kegiatan perlombaan cerdas cermat yang diikuti 23 sekolah ini, masing-masing sekolah diwakili oleh tiga peserta. Total, lomba cerdas cermat pada tahun ini diikuti sebanyak 69 peserta.

Pada pelaksanaannya, tiap sesi yang terbagi dalam lima tim saling berebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya panitia.

Setelah pertanyaan dijawab, dewan juri yang berasal dari Akademisi, Dinas Pendidikan dan Kodim0506 Tangerang langsung memberikan nilai. Point diberikan kepada tim yang dinyatakan benar menjawab pertanyaan. Sementara, dihadapan tim yang saling beradu kepintaran itu pula tampak terlihat para pendukung yang sedang bergemuruh. 

Temmy menambahkan ajang ini turut mempertaruhkan nama besar sekolah dalam pengetahuan dan wawasan empat konsensus kebangsaan. Sebab, tim yang paling terbaik sesuai penilaian dewan juri akan diikutsertakan ke ajang yang lebih bergengsi di tingkat Provinsi Banten.

"Nanti cerdas cermat ini sebagai ajang seleksi untuk lomba ke tingkat provinsi Banten. Jadi insyaallah nanti yang terbaik akan diangkat untuk mewakili nama Kota Tangerang," imbuhnya.(ADV)

TANGSEL
Tolak Penutupan U-Turn, Rektor UIN Jakarta Surati Dishub Tangsel

Tolak Penutupan U-Turn, Rektor UIN Jakarta Surati Dishub Tangsel

Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:39

TANGERANGNEWS.com-Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Prof Dede Rosyada menyurati Dinas

TEKNO
Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Jumat, 27 April 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Samsung meluncurkan Samsung Galaxy A8 + Avengers Marvel Studio: Infinity War Special Edition dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu 500 barang koleksi. Smartphone ini hanya akan tersedia saat Avengers Marvel Studio: Infinity War

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

KOTA TANGERANG
WNA Gandir di Lapas Tangerang Sudah Tiga Kali Coba Bunuh Diri

WNA Gandir di Lapas Tangerang Sudah Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:58

TANGERANGNEWS.com-Fan Cheng Kuo, 44, warga negara Taiwan yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Lapas

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie