Pria di Kosambi Diciduk Polisi Jual 1.346 Butir Tramadol dan Eximer
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:36
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Rumah jagal atau rumah pemotongan hewan (RPH) dibobol oleh kawanan rampok, Kamis (9/8/2018). Sebanyak Rp 900 juta berhasil digasak pelaku.
Polisi pun telah mengantongi ciri-ciri perampok yang beraksi pada pukul 03.00 WIB tersebut. Pasalnya, aksi kejahatan pelaku terekam kamera pengintai atau CCTV.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan pihaknya telah mengamati putaran video kamera pengintai dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
"Pelaku dua orang mengambil uang milik korban Rp900 juta dengan menodongkan diduga senjata api dan mengikat seorang korban dengan kain serta menyekap di ruangan kasir," ujarnya.
Menurutnya, polisi telah menemukan titik terang terkait kasus perampokan tersebut bahwa ada dua orang pelaku yang menawan seorang kasir bernama Sutikno, 35.
Ciri-ciri pelaku pertama adalah memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dengan perawakan kurus dan wajahnya ditutupi topeng berwarna hitam.
"Juga pakaian kaos warna hitam celana jeans panjang, logat bahasa melayu (Lampung/Palembang) yang menodongkan senjata api," terangnya.
Sedangkan pelaku yang kedua memiliki ciri-ciri yaitu tinggi badan yang sama 165 cm dengan perawakan akan gemuk.
"Tingginya sama, matanya biasa, memakai kain warna corak batik, kaos warna hitam celana jeans panjang," tutur Eliantoro.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah selendang, satu buah batang rokok dan rekaman CCTV.
"Kami masih mengumpulkan fakta-fakta, masih proses lidik," imbuhnya.(RAZ/RGI)
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGParamount Gading Serpong memperkenalkan ‘The Finest Commercial Selection’, rangkaian tiga produk komersial baru yang menyasar kebutuhan pelaku usaha dan investor.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews