Connect With Us

Cerita Tim BPBD Kota Tangerang di Lombok, Setiap Hari Diguncang Gempa

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 12 Agustus 2018 | 14:00

Petugas BPBD dan Polri mengevakuasi sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Tim Rescue BPBD Kota Tangerang telah berhasil menjalani tugas mulianya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim yang terdiri dari 12 personel tersebut selama tiga hari berada di Lombok untuk membantu evakuasi korban bencana gempa bumi.

Mereka berangkat sejak Selasa (7/8/2018) dan tiba kembali di Kota Tangerang pada Sabtu (11/8/2018).

Kordinator Tim Rescue BPBD Kota Tangerang Agio Suares menceritakan kepada TangerangNews selama berada di Lombok yang penuh dramatis.

Menurutnya, sejak tiba di NTB, tim bertugas di titik lokasi terjadinya bencana gempa yaitu di Lombok Timur. Tepat di Desa Madiyan, tim langsung mendirikan sebuah tenda.

Agio mengatakan kondisi di NTB masih belum stabil. Selama tiga hari melihat reruntuhan bangunan, guncangan gempa bumi masih terasa di sana.

"Kemarin pas hari Rabu, gempa terjadi tapi enggak terlalu besar. Pas hari Kamisnya, gempa juga terjadi lagi dan lumayan besar 6,2 SR sampai Kota Mataram langsung hancur. Itu posisi kita lagi di Lombok, guncangannya terasa setiap hari," ujarnya, Minggu (12/8/2018).

Kondisi itu, membuat tim menaruh rasa khawatir. Namun, rasa khawatir itu pula membuat tim kian semangat untuk menjalankan tugas yang sangat mulia.

Selama berada di Lombok, tim bekerjasama dengan BNPB dan tim pun mendapatkan tugas di bagian dapur umum. Tiap pagi hingga sore, tim bekerja membantu warga yang rumahnya telah hancur.

Menurut Agio, banyak bangunan di wilayah tersebut rusak parah atau roboh. Jika dipersentasekan, hampir 60 persen bangunan di NTB telah luluh lantak hingga menyisakan puing-puing yang berserakan. Tak hanya bangunan, jalan raya di NTB pun banyak yang retak.

"Bangunan masih banyak yang hancur, jalanan juga pada retak," terangnya.

Sementara setiap malam hari, tim bertugas di pengungsian untuk menghibur korban gempa bumi. Karena, mayoritas korban selamat ini dilanda trauma yang sangat mendalam.

Agio mengatakan tak sedikit korban yang tewas karena tertimpa bangunan yang roboh. Sedangkan ratusan warga yang selamat hingga kini masih berada di posko pengungsian.

"Korban dari semua kalangan masih ngungsi, belum berani pulang ke rumahnya. Lagi pula rumahnya hancur. Mereka di posko saja, di sanakan masih ada gempa susulan," katanya.

"Kalau memang pribadi khawatir, ada rasa sedih, musibah kan datang enggak tentu. Kita juga kasih masukan ke mereka agar tidak trauma begitu larut, mereka harus bangkit," cerita Agio.

Kendati begitu, aktifitas korban gempa di Lombok sudah kembali normal. Mereka kebanyakan pergi ke ladang dan tambak miliknya untuk sekadar mencari rejeki.

Menurut Agio, korban gempa masih perlu bantuan dari masyarakat. Di mana korban membutuhkan bahan-bahan logistik demi menunjang hidup di pengungsian.

"Korban masih butuh bantuan logistik, buat sehari-hari mereka seperti selimut, soalnya cuaca panas tapi kalau malam dingin. Kita kan ngerasain juga mereka berada di kaki gunung Rinjani, sebelah selatan," imbuhnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Indonesia dilanda bencana alam. Gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018), pukul 18.46 WIB, memberikan dampak yang luas.

Berdasarkan data terakhir yang berhasil dihimpun, tercatat 387 orang meninggal dunia, 13.688 orang luka-luka, pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik yang aman dan ribuan rumah mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.(RAZ/RGI)

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill