Connect With Us

Angkot & BRT Berseteru, Ojol di Perumnas Kebanjiran Orderan

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:00

Syafiq pengemudi ojek online (Ojol) yang mangkal di kawasan Perumnas, Kota Tangerang yang dibanjiri orderan, Jumat (12/10/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com- Sopir angkutan kota (Angkot) trayek R11 dan 02 atau Perumnas-Poris berseteru dengan BRT Kota Tangerang koridor 2. Para sopir angkot mensweeping BRT dan melarangnya untuk beroperasi. Sebagai aksi protes, sopir angkot juga mogok sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah.

Akhirnya, masyarakat yang kesulitan untuk menggunakan transportasi umum. Namun dibalik peristiwa itu, pengemudi ojek online (Ojol) yang mangkal di kawasan Perumnas dibanjiri order.

Syafiq, pengemudi ojol daring mengaku panen penumpang. Menurutnya sedari pagi hari hingga siang tadi, handphone terus berdering untuk mengantar pelanggan.

"Narik dari tadi pagi ramai, lumayan sudah lima orderan," ujarnya di kawasan Perumnas, Kota Tangerang, Jumat (12/10/2018).

Meskipun hanya lima penumpang, Syafiq merasa itu jumlah yangbanyak. Sebab, tidak seperti biasanya penumpang ramai. "Biasanya mah paling dua doang. Jadi ini banyak, gara-gara angkot enggak pada narik," imbuhnya.

Selain Syafiq, pengemudi ojol lainnya Vernius, juga mengaku kebanjiran order. Bahkan, pelanggan yang ia terima sudah dua kali lipat dibanding Syafiq. "Penumpang pada naik ojek online semua sekarang, Alhamdulillah saya sudah 10 kali narik," katanya.

Menurut Vernius, mayoritas penumpang yang ia antar menuju lokasi pemberangkatan bus. "Tapi jauh-jauh orderannya, kebanyakan ke lokasi busway Palem Semi," tuturnya.(RAZ/RGI)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

TANGSEL
Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:14

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis sampah di wilayah tersebut. Kali ini dengan memanfaatkan metode Teba Komposter, sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill