Connect With Us

Dituding Teror Warga Neglasari yang Tolak Penggusuran, Begini Penjelasan Satpol PP

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:00

Warga Kampung Sukamandi yang terdampak proyek jalan inspeksi irigasi membentangkan spanduk meminta diberi solusi relokasi. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui Satpol PP Kota Tangerang berencana menertibkan bangunan yang dihuni 109 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Sukamandi, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Selasa (16/10/2018) mendatang.

Namun kabarnya, warga akan menolak mengosongkan lahannya dan siap melawan petugas, karena dinilai menggusur bangunan tanpa adanya solusi. Warga yang bersikukuh tak mau ditertibkan mengaku diteror oleh pihak Pemkot.

Kabid Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kota Tangerang Kaonang ketika dikonfirmasi membantah bahwa pihaknya akan menertibkan bangunan tersebut tanpa memberikan solusi relokasi. Menurutnya, pemerintah telah menawarkan rumah susun kepada warga terdampak penertiban.

“Apakah tidak ada solusi? Sangat ada solusi, bahkan mereka itu yang kebetulan bukan KTP Tangerang saja kita beri solusi. Kemarin mereka sudah nengok Rusunawa di Manis, romannya kurang bagus. Akhirnya kami rapat dan memutuskan kalau memang masyarakat pindah ke Rusunawa Gebang, oke kita ikutin,” ujarnya bernada tinggi kepada TangerangNews.com, Minggu (14/10/2018).

Selain itu, Kaonang juga menepis jika pihaknya melakukan teror kepada warga. Ia mengatakan, penyebaran surat pemberitahuan pengosongan bangunan yang dirasa warga disangka teror merupakan bentuk sosialisasi.

“Tidak ada teror kepada masyarakat, hanya mensosialisasikan karena ini pembangunan sudah masuk tahap itu. Kalau teror itu kan diatas todongan senjata, tapi ini kan cuma penyampaian informasi,” ucapnya.

Kaonang menuturkan, pihaknya akan menertibkan bangunan di Kampung Sukamandi, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang itu untuk melanjutkan pembangunan jalan disepanjang sisi saluran induk Cisadane Timur, yang menjadi akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam proses penertiban nanti, Kaonang pun mengklaim telah melakukan sosialisasi secara bertahap yang mengedepankan humanisme.

“Itu sudah kami sosialisasi dengan hati yang dalam, karena ini kota kita bermotto Akhlakul Karimah. Jadi saat proses penertiban, ya mereka tinggal duduk manis saja kita yang bekerja. Tanah ini tanah negara yang punya tanah milik pun harus terima untuk penataan dan normalisasi yang pemabangunannya dari pusat,” paparnya.

Kaonang menambahkan, 37 rumah rencananya akan ditertibkan pada Selasa mendatang. Dari 37 rumah tersebut, 10 rumah diantaranya sudah tidak berpenghuni dan warga menerima direlokasi ke Rusunawa Gebang, setelah sebelumnya warga menolak Rusunawa Manis karena dianggap fasilitasnya tidak memadai.

“Ada 15 orang sudah siap ke rusun,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Warga Sisi Saluran Induk Cisadane Timur Samino mengklaim, warga merasa diteror pemerintah, karena melakukan penggusuran tanpa adanya solusi relokasi. Bahkan warga juga telah bersepakat menolak pengosongan lahan.

“Jadi kita sudah sepakat warga kesabarannya sudah hilang. Kalau hari Senin Satpol PP mau melakukan pemutusan listrik, warga akan melawan. Pokonya pasti akan cekcok. Warga siap menolak, karena memang enggak pernah diajak musyawarah yang ada diintimidasi terus,” kata Samino, Sabtu (13/10/2018).(RAZ/RGI)

HIBURAN
Naik Gear Ultima, Liburan Bareng Keluarga Jadi Makin Seru di Ultima Family Picnic  

Naik Gear Ultima, Liburan Bareng Keluarga Jadi Makin Seru di Ultima Family Picnic  

Rabu, 30 September 2026 | 16:27

Liburan bersama keluarga tak selalu harus pergi jauh. Naik motor bersama, menikmati perjalanan, lalu menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas seru ternyata juga bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill