Connect With Us

2 Siswanya Teler, Kepsek SMK 2 Tangerang Mengaku Kecolongan

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 22 Oktober 2018 | 22:00

| Dibaca : 3653

Kepala SMK 2 Tangerang Dedi Kurniadi di kantor BNN Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com- Kepala SMK 2 Tangerang Dedi Kurniadi mengaku kecolongan lantaran dua siswanya berinisial D dan R, yang masih duduk di kelas 10, teler di GOR Tangerang karena menghisap tembakau gorila.

Kecolongan dimaksud, kata Didik, karena tidak ada tes urine saat  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018-2019.

Padahal, kata dia, tes urine tersebut ada pasa PPDB tahun ajaran sebelumnya, sehingga pihaknya bisa mengantisipasi calon siswa yang positif pengguna narkoba. Namun sayangnya, pada PPDB tahun ini tidak ada.

"Karena sekarang kan tahu, Pak Wahidin (Gubernur Banten) itu jelas (instruksikan) sekolah gratis. Tapi untuk pemeriksaan kan butuh dana. Kita dana darimana? makanya tahun ini kita tidak ada pemeriksaan, eh kecolongan," ujarnya di kantor BNN Kota Tangerang, Senin (22/10/2018).

Peristiwa ini pun menurutnya menjadi catatan bagi pihak sekolah. Sehingga pada PPDB selanjutnya akan dilakukan tes urine meskipun tidak ada petunjuk teknisnya dalam mekanisme PPDB.

"Besok harus ada, siswa baru diperiksa (tes urine)," tegasnya.

Dedi melanjutkan, sejauh ini, pihak sekolah telah bekerjasama dengan instansi seperti BNN, Polri dan Pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, diantaranya dengan menggelar serangkaian kegiatan penyuluhan bagi siswanya.

"Kalau dari sekolah kita hampir secara periode selalu penyuluhan terkait kenakalan remaja, bahaya narkoba, lalu lintas," tuturnya.

Dedi juga mengatakan akan memberikan kesempatan kedua kepada dua siswanya yang dinyatakan BNN positif menggunakan narkoba karena menghisap tembakau gorila yang masuk dalam narkoba golongan G tersebut. Keduanya masih bisa melanjurkan pendidikan di SMK2 Tangerang karena pendidikan merupakan hak bagi dua siswa tersebut.

"Kalau sanksi, jujur kalau kita ikutin emosi saya bisa aja nerapin aturan. Tapi ingat, anak ini baru kelas satu, masa depan masih jauh apa iya harus diikat. Sekalipun positif, akan diberikan kesempatan lah, kasihan dong," tandasnya.(MRI/RGI)

OPINI
Mengantisipasi Peredaran Hoax &  Fake News Jelang Pilkada Serentak 2020

Mengantisipasi Peredaran Hoax & Fake News Jelang Pilkada Serentak 2020

Kamis, 7 November 2019 | 20:20

Hoax dan fake news dua hal yang harus diantisipasi saat berlangsung perhelatan politik, salah satunya Pilkada. Artikel ini mencoba menelaah kedua hal

KAB. TANGERANG
Cari Atlet Berbakat, Curug Gelar Pekan Olahraga

Cari Atlet Berbakat, Curug Gelar Pekan Olahraga

Sabtu, 16 November 2019 | 17:22

TANGERANGNEWS.com-Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang menggelar Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam). Berbagai cabang olahraga

TANGSEL
Animator Kelas Dunia Kumpul di ICE BSD

Animator Kelas Dunia Kumpul di ICE BSD

Sabtu, 16 November 2019 | 22:05

TANGERANGNEWS.com-Animator kelas dunia yang telah sukses di kancah Internasional ramaikan Beast 2019 yang digelar oleh Sinar Mas Land dan

HIBURAN
Ratusan Band Berebut Tiket Final Pucuk Cool Jam 2020

Ratusan Band Berebut Tiket Final Pucuk Cool Jam 2020

Sabtu, 16 November 2019 | 15:25

TANGERANGNEWS.com-400 lebih band sekolah dari tujuh wilayah di Indonesia mengikuti audisi digital untuk bisa tampil di final Pucuk Cool Jam 2020.

"Kinerja yang hebat bukanlah karena keberuntungan. Dibutuhkan fokus, kesungguhan hati dan kerja keras."

Anonymous