Connect With Us

Usai Pesta Miras Oplosan, Tiga Orang Tewas

| Selasa, 4 Mei 2010 | 18:22

| Dibaca : 7027

Minuman Keras (Tangerangnews / rangga)

TANGERANGNEWS-Sebanyak tiga orang warga Kelurahan Buaran, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, tewas akibat pesta minuman keras oplosan. Sementara tiga orang lainnya dirawat dirumah sakit.
 
Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang Kompol Arie Ardian Rishadi, ketiga korban yang tewas yakni Toto, Endang dan Rohman. Sementara Nur Hadi, Andi Rahman dan Rusdianto masih dirawat di Rumah Sakit Usada Insani. Mereka semua merupakan warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Tangerang.
 
Pesta minuman keras dilakukan pada Sabtu (1/5) malam sekitar pukul 00.00 WIB disebuah lapak pecel ayam yang terletak di Jalan KH Hasyim Ashari No.24, tak jauh dari tempat tinggal mereka.
 
Sebanyak 10 botol miras bermerek  Mansion yang disiapkan dicampur dengan 20 gelas minuman sirup Ale-ale dan Frutang. “Dari hasil olah TKP, kita menemukan tutup botol miras merek Mansion dan beberapa gelas minuman sirup. Ada indikasi minuman ini dicampurkan,” kata Arie.
 
Kesesokannya, lanjut Arie, para korban mulai merasakan mual, pusing kepala dan muntah-muntah, hingga dilarikan ke RS Usada Insani. Namun korban Endang dan Rohman tewas pagi ini.
 
Sementara Toto tewas siang tadi pukul 13.00 WIB ketika hendak dibawa ke rumah sakit Usada Insani.
 
Sedangkan tiga korban lainnya masih dalam perawatan. “Endang tewas tadi malam sekitar Pukul 23.00 WIB, Rohman tewas pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB. Kalau Toto tewas dijalan, belum sempat dibawa ke rumah sakit,” terangnya.
 
Meski demikian, Arie belum mengambil kesimpulan kalau hal tewasnya korban dikarenakan campuran munuman keras. Untuk itu, pihaknya akan melihat hasil tes labolatorium forensik.
 
Selain itu, kata dia, masih ada 4 orang lain yang ikut dalam pesta miras tersebut, sehingga mereka masih dicari untuk dimintai keterangan.
“Untuk kepastiannya kita tunggu hasil tes forensik terhadap barang bukti dan menurut informasi, ada 4 orang lagi yang ikut pesta miras tersebut, nanti kita selidiki lebih lanjut,” ungkap Arie.
 
Sementara itu, korban selamat, Andi menuturkan, beberapa jam usai mengkonsumsi miras tenggorokan terasa tersedak, ulu hati sakit dan kepala pusing. “Sampai sekarang dada saya masih panas dan kepala pusing,” ungkapnya ketika ditemui di Paviliun Arjuna lantai 2 RS Usada Insani. (rangga)
 

TOKOH
Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Senin, 20 Maret 2017 | 12:00

TANGERANGNEWS.com- Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan di hadapan warga Ciputat Tangerang Selatan bahwa keadilan adalah kunci dari penyelesaian permasalahan kebangsaan.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

TANGSEL
Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rabu, 29 Maret 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com- Rizka Febriani , gadis kecil berusia empat tahun warga RT 04/04 Kelurahan Rawabuntu Serpong terserang penyakit kanker mata yang kini semakin membesar terus menggerogoti. Dia didiagnosa terserang kanker ganas.

BANTEN
Tolak Pabrik Mayora, Mahasiswa dan Aktivis Semen Kaki di Kota Serang

Tolak Pabrik Mayora, Mahasiswa dan Aktivis Semen Kaki di Kota Serang

Rabu, 29 Maret 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Aksi penolakan berdirinya pabrik Mayora di Pandeglang terus dilakukan oleh kelompok mahasiswa dan aktivis. Kelompok yang tergabung dalam Aliansi Tolak Privatisasi Air (ATPA) tersebut menggelar aksi semen kaki di depan kampus IAIN Sultan

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell