Connect With Us

Setahun, TPA Rawa Kucing Tampung 468.000 Ton Sampah

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 3 Januari 2019 | 18:00

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Sepanjang tahun 2018, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang menampung 468.000 ton sampah.

Kepala UPT TPA Rawa Kucing Diding Sudirman mengatakan, perharinya sampah yang masuk ke TPA tersebut mencapai 1.300 ton.

Jika dikalkulasi selama sebulan, sampah yang masuk sebanyak 39.000 ton. Sementara jika setahun, angkanya mencapai 468.000 ton sampah.

"Setahun 2018 kemarin, sampah kami hitung mencapai 468.000 ton. Karena seharinya 1.300 ton," kata Diding saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Kamis (3/1/2019).

Diding menuturkan, volume sampah sepanjang 2018 tersebut meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Angka peningkatan mencapai 5 persen disetiap tahunnya.

"Memang setiap tahun angkanya naik 5 persen. Artinya perhari sampah naik 100 ton. Nah kenaikan karena meningkatnya jumlah populasi penduduk di Kota Tangerang," jelas Diding.

Diding menambahkan, sampah dengan berbagai jenis tersebut berasal dari pabrik, mal, dan rumah tangga di Kota Tangerang.

"Sistem penghitungannya kita timbang setiap hari, jadi realtime. Paling banyak sampahnya memang berasal dari rumah tangga," katanya.(MRI/RGI)

BISNIS
Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:35

Pasar Cipadu, Kota Tangerang yang dahulu dikenal sebagai sentra kain dan pakaian terbesar di wilayah Tangerang tampak semakin sepi, dengan banyak kios tutup dan arus pengunjung yang jauh berkurang.

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill