Connect With Us

Tergiur Rp100 Ribu, Pria Sinjay Jadi Pengedar Sabu Jaringan Lapas

Maya Sahurina | Selasa, 22 Januari 2019 | 21:26

| Dibaca : 1314

Polsek Cisoka mengamankan Muhamad Sahril, diduga pengguna narkotika jenis sabu-sabu. (TangerangNews/2018 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang kembali berhasil meringkus seorang pria yang diduga  pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Senin (21/1/2019). 

Muhamad Sahril, warga Kampung Kalapa, RT 01/07, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya (Sinjay), Kabupaten Tangerang tidak berkutik ketika petugas membekuknya dirumahnya tersebut sekitar pukul 03.00 WIB.

Karena, dari rumah tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Cisoka dibawah pimpinan Iptu Sitta M Sagala menemukan barang bukti berupa tiga bungkus kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,58 gram, satu timbangan elektrik, satu buah pipet kaca.

Barang bukti Narkoba.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti mengatakan, barang bukti itu menjadikan pria yang berstatus pengangguran tersebut digelandang personelnya ke Mapolsek Cisoka.

"Terduga pelaku pengedar narkotika ini mengaku bahwa ia mendapatkan sabu itu dari seorang narapidana di Lapas Jambe berinisial Sa," ungkap Kapolsek, Selasa (22/1/2019).

Terungkapnya peredaran narkotika jaringan lapas itu, kata Kapolsek, mengindikasikan bahwa meski telah mendekam dibalik jeruji besi, pelaku pengedar barang haram itu masih bisa melakukan kegiatannya. Hal ini, kata Kapolsek, menjadi perhatian khusus pihaknya.

"Modusnya terduga pelaku mendapat narkotika tersebut dari Sa alias Uti di Lapas Jambe. Kemudian terduga pelaku diarahkan oleh narapidana tersebut untuk mengambil di sebuah tempat dan kemudian oleh dia dijual kepada orang yang memesannya," beber Kapolsek.

Padahal, lanjut Kapolsek, dari tiap transaksi itu, Sahril hanya mendapatkan Rp100 ribu, jumlah yang tidak seberapa dibandingkan dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi barang terlarang itu serta ancaman hukuman yang menanti pria pengangguran itu..

"Ancaman hukumannya terancam dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun," terang Kapolsek.

Ancaman hukuman itu, kata Kapolsek sesuai dengan amanat Pasal 114 dan 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, kata Kapolsek, pihaknya akan mengembangkan hasil dari ungkap kasus tersebut untuk membongkar jaringan yang dikendalikan dari balik hotel predeo itu.

"Kami akan berkordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Lapas Jambe, agar ruang gerak pengedar jaringan Lapas ini bisa kita tumpas," tandasnya.(RMI/HRU)

BISNIS
Investasi Properti Cuma Modal Rp86 Ribu, Bisa!

Investasi Properti Cuma Modal Rp86 Ribu, Bisa!

Sabtu, 14 September 2019 | 17:25

TANGERANGNEWS.com-Bukan hanya sebagai kebutuhan primer, properti kini mulai menjadi alternatif investasi yang menjanjikan. Bahkan, hanya Rp86

NASIONAL
Indonesia Urutan ke-2 Buang Makanan, Ini Upaya PWI

Indonesia Urutan ke-2 Buang Makanan, Ini Upaya PWI

Senin, 9 September 2019 | 21:21

TANGERANGNEWS.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli, Pusat dan daerah siap bersinergi dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia atau

TEKNO
Bersama Microsoft, Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia

Bersama Microsoft, Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia

Sabtu, 14 September 2019 | 17:36

TANGERANGNEWS.com- Sinar Mas Land akan mentransformasi BSD City menjadi _integrated smart City_dengan skala besar yang mudah diakses

TANGSEL
Balon Wali Kota Tangsel, dari Politisi Hingga Penjual Air Isi Ulang

Balon Wali Kota Tangsel, dari Politisi Hingga Penjual Air Isi Ulang

Selasa, 17 September 2019 | 19:52

TANGERANGNEWS.com-Penjaringan bakal calon (balon) Wali Kota Tangerang Selatan yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan menarik minat banyak kalangan. Tak hanya politisi, namun juga warga biasa.

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy