Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Dua pelaku perampas ponsel digelandang Tim Resmob Polsek Tangerang. Satu di antaranya ditembak bagian kakinya karena berupaya melawan petugas, Senin (18/2/2019).
Para pelaku adalah Yono, 24, dan Boby, 28. Keduanya diringkus setelah melancarkan aksi kejahatannya di Jalan Jenderal Sudirman depan TangCity Mall dan Jalan Benteng Betawi beberapa waktu lalu.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, para pelaku ini ketika beraksi selalu berboncengan dengan sepeda motor Mio bernopol B-3558-JCA.
"Kemudian melihat korban naik sepeda motor juga sambil memegang handphone, saat itu kedua pelaku langsung memepet dan menarik paksa barang milik korban," ujarnya, Rabu (20/2/2019).
Pasangan jambret tersebut mengintai korban perempuan yang tengah main ponsel dalam perjalanan. Kemudian ponselnya dirampas dan korban ditendang hingga terjatuh. Kata Abdul, korbannya adalah perempuan yakni Ernasari dan Nadya.
"Pelaku juga menendang hingga akhirnya korban terjatuh dari sepeda motor," jelasnya.
Abdul melanjutkan, aksi tersebut membuat polisi geram. Kedua pelaku diburu petugas, hingga berhasil diamankan di tempat berbeda.
"Yono yang ditangkap lebih dulu mengaku telah melakukan aksi kejahatannya bersama Boby," ucapnya.
Abdul bertutur, Yono berhasil diringkus di kawasan Pasar Anyar Kota Tangerang dan kedua kakinya pun luka karena dibedil lantaran berupaya melawan petugas. Sementara Boby diamankan di kawasan Perumahan Total, Periuk, Kota Tangerang.
"Pelaku Joko sempat melawan menggunakan sebilah pisau. Alhasil anggota berikan tindakan tegas terukur," katanya.(RAZ/RGI)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Di tengah masifnya penggunaan media sosial dan layanan digital, ancaman kejahatan siber kian mengintai celah keamanan finansial masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews