Connect With Us

Pecah! Konser Padi Reborn Tutup HUT Kota Tangerang ke-26

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 3 Maret 2019 | 09:00

| Dibaca : 1313

Suasana kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-26 yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu (2/3/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-26 berakhir dengan meriah pada Sabtu (3/2/2019) malam. Gelaran pesta rakyat itu sukses memukau ribuan penonton dari berbagai elemen masyarakat yang datang ke Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Penampilan band kawakan Padi Reborn menutup acara tersebut. Sejumlah lagu populer yang dinyanyikannya membuat suasana pecah. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain dimulai dari Sang Penghibur, Maha Dewi, Begitu Indah, Ternyata Cinta, Bayangkanlah dan Semua Tak Sama.

Gitaris Padi Reborn, Piyu sempat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Tangerang sambil menyampaikan narasi jika Padi kembali mewarnai musik Indonesia setelah vakum selama tujuh tahun.

"Apa kabar Tangerang. Malam ini sangat luas biasa sekali dan memang kami tidak memungkiri kerinduan itu sangat besar sekali. Saya dan kawan-kawan ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Tidak lupa selamat datang Pak Arief dan Pak Sachrudin serta seluruh jajaran Pemkot Tangerang," kata Piyu.

"Tujuh tahun kami hibernasi. Tidak ada di musik Indonesia. Selama itu pula, kita banyak berubah baik fisik maupun pemikiran kita. Karena, Semua Tak Sama," lanjut Piyu langsung memulai aransemen lagu Semua Tak Sama.

Para penonton yang hadir pun riuh bertepuk tangan. Mereka menikmati lagu-lagu itu dan bernyanyi bersama-sama sambil sesekali melambaikan tangan ke atas.

Tak sampai di situ, Padi Reborn kemudian menyanyikan lagu berjudul Harmoni, Tetaplah Menjadi Bintang di Langit, Rapuh, Sesuatu Yang Indah hingga lagu andalannya sebagai penutup, Sobat.

Dikala lagu Sobat dialunkan Fadli secara energik, suasana konser pun terasa pecah. Hampir sebagian penonton yang sudah sangat mengenal band tersebut berdendang dengan lantang mengiringi lagu penutup acara puncak kemeriahan hari jadi Kota Tangerang ke 26 tahun itu.

Seperti ekspresi Ajun, warga Poris Plawad yang datang menikmati konser bersama keluarga kecilnya. Ia yang berjingkrak-jingkrak sambil mengelu-elukan Padi Reborn saat detik-detik lagu Sobat berakhir mengaku rindu dengan penampilan band ini.

"Band angkatan saya ini mah. Sudah lama enggak nonton. Terakhir nonton tahun 2003 di lapangan Bitung Tangerang," ucapnya.

Sebelum penampilan Padi Reborn, para penonton dihibur aksi sejumlah artis tanah air lainnya yaitu Marian Jola, Yovie Nuno, Element Reunion, Rizki Febian dan Kahitna.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Wakilnya Sachrudin serta jajarannya yang sangat bersemangat membuat warga Kota Tangerang terhibur dalam momentum hari jadi kota ini  pun mengucapkan terimakasih.

"Doakan agar Kota Tangerang menjadi maju, sejahtera dan bisa memberikan kenyamanan. Terimakasih partisipasi seluruh masyarakat Kota Tangerang dan juga dari Kabupaten Tangerang, Tangsel karena ini adalah pusat kota yang sering dilalui," tukasnya.(RAZ/RGI)

OPINI
HMB Jakarta Apresiasi Penyatuan Wilayah Hukum Polda Banten

HMB Jakarta Apresiasi Penyatuan Wilayah Hukum Polda Banten

Selasa, 8 September 2020 | 10:46

Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta dukung upaya penyatuan wilayah

MANCANEGARA
Misteri Kematian Elisa Lam, Tewas di Tangki Air Hotel Setelah Ketakutan

Misteri Kematian Elisa Lam, Tewas di Tangki Air Hotel Setelah Ketakutan

Selasa, 22 September 2020 | 15:59

TANGERANGNEWS.com-Kematian Elisa Lam, siswa Kanada berusia 21 tahun, hingga kini masih menjadi misteri. Sejak 7 tahun berlalu, pada 19 Februari 2013, kasus itu memberi tanda tanya besar bagaimana jasadnya

SPORT
Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:51

TANGERANGNEWS.com–Benteng Mania, kelompok suporter sepakbola Persikota

"Kerja sama terjadi bukan karena tak ada konflik, tetapi sebagai sarana untuk mengelola konflik."

Qoute