Connect With Us

Melihat Sekolah Negeri Bertaraf Internasional di Tangerang

| Rabu, 19 Mei 2010 | 15:39

| Dibaca : 3714692

Para siswa-siswi SMA Negeri 1 (tangerangnews / dens)

TANGERANGNEWS- Rintisan sekolah bertaraf Internasional (RSBI) saat ini tengah menjamur. Namun, di Kota Tangerang, hanya ada dua sekolah negeri yang bertaraf Internasional, yakni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 8. Bahkan se-Provinsi Banten baru 10 sekolah Negeri yang bertaraf Internasional. Padahal peminatnya dipastikan, hampir seluruh siswa-siswi ingin bersekolah dengan fasilitas selengkap di RSBI.
 
Melihat dari dekat RSBI di SMA Negeri 1, Kota Tangerang yang berada di Jalan Daan Mogot (depan Polres Metro Kota Tangerang), sekolah yang sudah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu standar pendidikan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)  itu, ternyata tahun lalu ada 700 siswa-siswi SMP yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut, dari 214 yang diterima. Padahal nilai (nem)yang mendaftar rata-rata minimal 37,15. 
 
Koordinator Program RSBI SMAN 1, Kota Tangerang, Sulasim mengatakan, tinggi sekali siswa yang ingin belajar di sekolah itu. Apalagi, kalau dibandingkan dengan sekolah lain, SPP di SMAN 1 sebesar Rp350 ribu. “Dengan uang SPP sebesar itu perbulan, siswa tidak lagi dibebani biaya apapun, termasuk biaya ekstra kurikuler maupun dana sumbangan pembangunan (DSP),” ujarnya.
 
Sedangkan di sekolah biasa, para siswa masih membayar biaya-biaya tersebut. Sebenarnya biaya di RSBI ini lebih ringan di banding sekolah lain yang setiap ada kegiatan bayar.
 
Dan apabila di sekolah RSBI tersebut terdapat siswa yang berprestasi baik dan orang tuanya tidak mampu, pihak sekolah menyiapkan bea siswa melalui kartu multiguna yang dikeluarkan oleh Pemkot angerang, sehingga siswa tersebut akan mendapat keringanan SPP hingga mencapai 50 persen. “Di sini dari 785 siswa yang duduk di kelas 1,2 dan 3, 105 diantaranya mendapat bea siswa, “ tuturnya.

Adapun perbedaan di RSBI dengan sekolah biasa, yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) Nasional disejajarkan dengan kurikulum berstandar Internasional, seperti di Inggris.
 
Diantara mata pelajaran yang bertingkat Internasional untuk jurusan IPA adalah, Fisika, Biologi, Matematika dan teknik informasi komputer (TIK). Sedangkan  jurusan IPS yaitu, sejarah dan agama. Sehingga dalam menghadapi soal ujian harian dan semester menggunakan bahasa Inggris.

Begitupula dengan fasilitas sekolah, ruangan kelas di RSBI dilengkapi dengan pendingin udara, laptop, LCD dan WIFI.
 
Awalnya RSBI di SMAN1 ini hanya satu kelas. Tapi sejak tahun 2006 lalu, semuanya ditingkatkan menjadi RSBI dengan tujuan  untuk mengantisipasi terjadinya kesenjangan diantara siswa. “Sewaktu dulu sempat ada kecemburuan antar siswa, sehingga kini diterapkan seluruh kelas bertaraf Internasional,” katanya.  

Lebih jauh Sulasim menjelasnya, ditingkatkannya sekolah itu dari sekolah biasa ke RSBI dengan tujaun untuk mencetak siswa yang berkualitas. Itu terbukti dengan dilibatkannya tiga orang siswa di sekolah tersebut untuk tampil di olimpiade  komputer di Bulgaria dan Kairo pada tahun 2009 lalu. Dan dalam kejuaraan tersebut tiga orang siswa RSBI itu, masing-masing Risan, Yolanda dan Monica Agnes mampu meraih  medali perunggu.

Sementara itu, Dana Avantara, Siswa Kelas II IPA 4 di sekolah tersebut mengatakan, dirinya memilih sekolah di SMA Negeri 1 karena selaian biayanya tidak beda jauh dengan sekolah biasa, kualitas di sekolah tersebut juga bisa diandalkan. “Yah minimal yang terpenting, di sini kami tidak gagap teknologi,” katanya.(dira)

TEKNO
10 Langkah Mudah Menghadapi Kejahatan Siber

10 Langkah Mudah Menghadapi Kejahatan Siber

Kamis, 6 April 2017 | 14:00

Internet telah mengubah gaya hidup kita, mulai dari cara menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi, melakukan aktivitas sosial, berbelanja, mencari hiburan semua berubah berkat keberadaan internet. Dengan segala kelebihannya yang membuat hidup terasa menjadi

NASIONAL
ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 | 15:00

"Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti," katanya saat dihubungi Tan

OPINI
Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Rabu, 8 Maret 2017 | 07:00

Perempuan bukan hanya sekedar pelampiasan hasrat semata, tapi juga sebagai gerbang peradaban, yang sering kali menjadi korban kekuatan patriakhi. Pada beberapa hal, perempuan sering menjadi objek eksploitasi, baik dalam rumah tangga, kantor, pabrik, jalan

BANDARA
Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Jelang operasional Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Mei 2017 mendatang, PT Angkasa Pura II menyiapkan puluhan konter imigrasi dan autogate di pintu keberangkatan maupun kedatangan. Hal itu dilakukan guna mengakomoda

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor