Connect With Us

Kerap Saling Lempar Tugas, Dua OPD di Kota Tangerang Ini Akan Digabung

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 13 Maret 2019 | 14:47

| Dibaca : 781

Tampak Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan pandangannya dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Kota Tangerang, Rabu (13/3/2019). (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) rencananya akan kembali digabung karena dalam pelaksanaan tugas dinilai saling lempar tanggung jawab.

Diketahui sebelumnya, kedua organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut sempat menyatu dalam satu dinas yakni Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. Kemudian dipisahkan dan kini direncanakan akan dilebur kembali.

Peleburan kembali organisasi tersebut masih dalam tahapan pembahasan dalam Raperda tentang Perubahan atas Perda No 8/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, alasan OPD tersebut ingin digabung kembali karena kedua satuan kerja itu saling lempar tanggung jawab. Misalnya dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). 

"Contohnya begini, kita mau penataan PKL itu urusannya ada dua, di Disperindag ada, di Diskop UKM ada. Nah, akhirnya saling lempar tanggung jawab. Kan kita gabungin karena PKL itu di Diskop UKM masuk, di Disperindag masuk," jelas Arief usai rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Kota Tangerang, Rabu (13/3/2019).

Maka, kata Arief, kedua satuan kerja itu harus dilakukan evaluasi terhadap substansi Perda mengenai produktivitas dan efisiensi serta evaluasi organisasi. Jika dimasing-masing OPD tipe B, jika digabung menjadi tipe A.

"Kita juga lagi mempersiapkan program bedah warung, kerjasama dengan minimarket. Nah warungnya ada di Diskop UKM dan minimarketnya ada di Disperindag. Kalau pisah kan ribet," katanya.

Selain Disperindag dan Diskop UKM yang direncakan digabung, lanjut Arief, pihaknya juga mengusulkan agar OPD Dinas Pertanahan masuk ke dalam rumpun OPD yang sesuai, sehingga fungsi urusan bidang pertanahan lebih efektif.

"Terus yang pertanahan itu dulu semangatnya adalah kita ingin semua tersentralistik. Jadi teman-teman SKPD bisa melaksanakan program, misal membuat jalan dan jembatan. Itu tugasnya Dinas Pertanahan, cuma aturannya di pusat pengadaan tanah harus di masing-masing SKPD. Padahal kalau ini bisa dilaksanakan sebenarnya akan jauh lebih efisien," paparnya.(RAZ/HRU)

BISNIS
Melihat Aktivitas Perajin Tempe di Tangerang yang Omzet Perhari Capai Rp1 Juta

Melihat Aktivitas Perajin Tempe di Tangerang yang Omzet Perhari Capai Rp1 Juta

Selasa, 2 April 2019 | 19:09

TANGERANGNEWS.com-Para perajin tempe di lingkungan RT 03/02, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tampak begitu

BANTEN
Gubenur Banten Minta PWI Ikut Kawal Program Pembangunan Daerah

Gubenur Banten Minta PWI Ikut Kawal Program Pembangunan Daerah

Selasa, 23 April 2019 | 22:00

TANGERANGNEWS.com-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten periode 2019-2024 diterima langsung Gubernur Banten Wahidin Halim, di Rumah Dinas Gubernur, Sumur Pecung Kota Serang, Selasa (23/4/2019).

AYO! TANGERANG CERDAS
Hobi Main Gim, Putra Bocah Asal Tangerang Berhasil Bobol Situs NASA

Hobi Main Gim, Putra Bocah Asal Tangerang Berhasil Bobol Situs NASA

Rabu, 3 April 2019 | 20:39

TANGERANGNEWS.com-Talenta muda yang mendunia lahir dari Kota Tangerang. Putra Aji Adhari, bocah berusia 15 tahun ini sukses membobol situs

MANCANEGARA
Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Selasa, 26 Maret 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ulama kharsimatik, Fethullah Gulen menilai demokrasi di Turki telah dirusak Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

"Untuk bisa sukses, keinginan Anda untuk sukses harus lebih besar dari pada ketakutan Anda untuk gagal."

Bill Cosby