Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Sebagai upaya untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya nasional yang sudah diakui oleh dunia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang menggelar kegiatan pelatihan membatik pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah, Jumat (22/3/2019).
Pelatihan yang berlangsung di aula kantor Kelurahan Larangan Selatan, Tangerang, ini diikuti sebanyak 120 masyarakat yang terbagi dalam 3 kelompok antara lain pemula, menengah dan mahir.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang mau untuk terus belajar mengenal kebudayaan milik bangsanya.
"Siapa lagi kalau bukan kita yang jaga warisan budaya kita, jangan sampai malah diambil dan diakui oleh negara lain," ucap Arief.
Dalam kegiatan pelatihan membatik tersebut, para peserta diajarkan bagaimana cara dan teknik yang dalam proses pembuatan batik yang baik dan berkualitas.
"Susah juga ya ini pakai cantingya, harus pas takarannya supaya bagus," ujar Arief saat mencoba membuat batik.
Arief mengharapkan dengan adanya pelatihan membatik yang diadakan oleh Pemkot Tangerang tersebut, memotivasi masyarakat berinovasi dalam menciptakan sebuah karya dan bisa menjadikan sumber pencaharian tambahan bagi masyarakat.
"Jangan lupa untuk budayakan pakai batik Kota Tangerang," tandasnya.(ADV)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews