Connect With Us

Edukasi Pelaku Usaha Jamu Gendong, Marinus Soroti Jamu Ilegal

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 4 April 2019 | 17:12

Kegiatan sosialisasi penggunaan jamu aman, bermutu, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kebugaran keluarga di Kampung Kelapa, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (4/4/2019). (TangerangNews.com/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI memberikan penyuluhan atau pembinaan teknis kepada ratusan pengusaha jamu gendong dan warga Kota Tangerang.

Penyuluhan yang dikemas dalam sosialisasi penggunaan jamu aman, bermutu, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kebugaran keluarga ini berlangsung di Kampung Kelapa, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (4/4/2019).

Dalam kesempatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea yang juga hadir didampingi tokoh masyarakat Suandi dan Abdi Jaya menyoroti jamu ilegal yang beredar di tengah masyarakat.

"Buat seluruh masyarakat bahwa jangan sampai menggunakan dan membeli jamu-jamu yang ilegal. Sekarang banyak obat jamu yang dijual di toko-toko itu tidak dicampur dengan campuran yang sesuai tetapi bahkan itu dicampur dengan alkohol sehingga membuat mabuk pembelinya," jelas Marinus.

Menurutnya, jamu yang dikontaminasi dengan alkohol dan dijual tanpa ijin resmi ini sangat mudah ditemui di toko jamu kelontong. Ia mengatakan, keberadaan jamu ilegal dicampur alkohol tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat atau penggunanya.

"Ada lagi yang sengaja dibuat memang bentuk jamu tetapi dicampur oleh obat-obat kuat yang bisa merusak kesehatan masyarakat. Oleh karena itu dengan edukasi hari ini, kita harapkan bahwa masyarakat bisa memilih jamu yang sesuai," ucapnya.

Kegiatan sosialisasi penggunaan jamu aman, bermutu, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kebugaran keluarga di Kampung Kelapa, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (4/4/2019).

Sementara itu di lokasi yang sama, Kasubdit Kemandirian Obat Kementerian Kesehatan, Haerul menambahkan, sesungguhnya jamu adalah warisan bangsa Indonesia yang harus dipertahankan secara turun temurun. 

Dalam proses pembuatannya, kata dia, harus dibuat secara alami dan tradisional tanpa dikontaminasi cairan maupun zat yang dapat merusak kesehatan.

"Jamu dapat mendukung upaya promotif preventif dalam menekan biaya kesehatan. Untuk itu, penjual jamu harus membuat jamu secara bersih dan memilih bahan baku yang baik dan benar," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Kemenkes, 50 persen penduduk di Indonesia meminum jamu. Dari 50 persen tersebut, 96 persen diantaranya menyatakan mendapatkan manfaat bagi kesehatan setelah meminum jamu secara alami.

"Masyarakat harus menggunakan jamu tradisional dengan memanfatkan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita yang bisa kita hasilkan menjadi suatu potensi ekonomi. Kemudian jamu tradisional ini juga bisa membuat masyarakat jadi lebih sehat, karena meminum jamu secara baik dengan higenis tentunya dengan ramuan yang tepat," imbuhnya.(RAZ/HRU)

NASIONAL
 Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TANGSEL
Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dijadwalkan akan mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri Tahap I untuk jalur domisili pada malam ini, Kamis, 26 Juni 2026, tepat pukul 21.00 WIB.

AYO! TANGERANG CERDAS
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap SPMB SMP Negeri Kota Tangerang 2026/2027

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap SPMB SMP Negeri Kota Tangerang 2026/2027

Rabu, 24 Juni 2026 | 08:20

Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dirilis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill