Connect With Us

Keluarga Operasi Katarak Gagal RS Mulya Tagih Kinerja Polisi

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 24 April 2019 | 19:00

Keluarga pasien operasi katarak didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan malpraktek Rumah Sakit Mulya yang mengakibatkan empat dari 15 pasien mengalami kebutaan pasca menjalani operasi katarak masih bergulir. Namun kasusnya masih macet atau tersendat dipihak kepolisian.

Astuti, anak dari Rogaya yang merupakan salah satu korban pengangkatan mata tersebut mengungkapkan, pelaporan yang dilakukan sejak 14 Maret 2019, hingga kini masih belum ada kejelasan dari Polres Metro Tangerang Kota.

"Saya mau ada kejelasan dari pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Ini sudah lama tapi sampai sekarang belum ada kejelasan," ujar Astuti kepada TangerangNews, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, proses terakhir dalam pelaporan tersebut masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Padahal, ia bersama korban lainnya yaitu Cici telah menjalani BAP.

"Kita sudah diperiksa semua. Saya, ibu saya, adik ipar saya, ibu Cici (korban), pak Undang (anak Cici) sudah diperiksa. Tapi tetap belum ada perkembangan," ungkapnya.

"Terus kemarin itu waktu pemeriksaan saksi-saksi polisi bilang mau fokus di pemilu dulu. Terus pengacara saya juga sibuk," sambungnya.

Proses yang berlarut-larut tanpa adanya kejelasan ini pun membuat ia kebingungan. Kendati bingung, ia mengaku masih tetap mempercayakan kasus yang membuat sebelah mata ibunya tak bisa melihat setelah gagalnya operasi katarak di RS Mulya ini kepada pihak kepolisian.

"Saya bingung harus apa, tapi saya hanya percayakan pada kepolisian untuk memproses hukum," tuturnya.

Astuti menambahkan, manajemen RS Mulya telah memberikan tanggung jawabnya kepada sejumlah pasien katarak lainnya, termasuk yang mengalami infeksi mata pasca menjalani operasi dengan ganti rugi uang.

"Korban lain sudah damai, ada yang diganti uang, ada yang umroh. Kalau saya tetap mau proses hukum," tukasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriyadi belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi TangerangNews ihwal pelaporan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, 17 pasien BPJS menjalani operasi katarak secara serentak di RS Mulya pada Minggu (27/1/2019). Namun beberapa hari berselang pasca operasi tersebut, 15 pasien mengalami kesakitan dimatanya, diduga mengalami infeksi karena bernanah.

Mereka pun kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini, berdasarkan pengakuan Tim Kuasa Hukum keluarga korban, 4 dari 15 pasien tersebut telah menjalani operasi pengangkatan mata di RSCM.(MRI/RGI)

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill