Connect With Us

Jelang May Day, Ribuan Buruh di Tangerang Akan Long March

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 25 April 2019 | 17:00

Kegiatan jumpa pers Aliansi Serikat Buruh Tangerang Raya, di halaman sekretariat Pokja WHTR, Kamis (25/4/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Menjelang May Day atau Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei, ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Tangerang Raya akan menggelar long march.

Koordinator Aliansi Serikat Buruh Tangerang Raya, Tri Pamungkas mengatakan, long march pada 1 Mei 2019 nanti akan diikuti tiga sampai lima ribu buruh.

"Kami akan menjadikan momen may day 2019 dengan menyerukan dan menyuarakan hak-hak buruh yang sampai saat ini masih jauh dari kata layak, baik dari sistem kerja dan sosial sekuriti. Karena tiga tahun ke belakang ini berubah arah yang awalnya may day menjadi tolak ukur perjuangan kawan-kawan dalam memperingati hari buruh internasional tapi pemerintah menjadikan ajang may day dengan semacam perlombaan," paparnya dalam jumpa pers di halaman sekretariat Pokja WHTR, Kamis (25/4/2019).

Tri menuturkan, gerakan para buruh yang turun ke jalan ini tidak tersentral di satu titik karena tidak ingin mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Menurutnya, para buruh akan berjalan beriringan di beberapa titik di Tangerang seperti dari Dadap, Jatake, Jatiuwung, Cikupa, Curug, Legok dan Balaraja.

"Pergerakan kita menuju ke Kota Tangerang dengan sentral perekonomian dan pemerintahan. Serta ke Kabupaten Tangerang dengan sentral ekonomi dan pemerintahan serta kita masuk wilayah Provinsi Banten," jelasnya.

Dalam kegiatan may day tersebut, kata Tri, para buruh juga akan berorasi untuk menyuarakan aspirasinya selama seharian penuh yang dimulai pada pukul 06.00 WIB.

Adapun hak-hak yang akan disuarakan dalam momen tersebut perihal ketidakadilan yang dirasakan para buruh mulai dari regulasi maupun pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan serta produk hukum yang menurunkan kesejahteraan seperti Permenaker No 15/2018 tentang upah minimum yang diganti dengan Permenaker No 07/2013 tentang serupa.

"Untuk hari buruh kita akan lakukan orasi perjuangan dan kita juga sosialisasi terkait dengan hak-hak buruh dan kita meminta ketegasan pemerintah dalam hal menerima pengaduan dari kawan-kawan serikat buruh yang kami rasa masih lambat," tuturnya.

Tri menyatakan bahwa pergerakan para buruh di momen politik ini tidak terkontaminasi serta menolak dibumbui secara politis.

"Yang pasti kami tegaskan sekali lagi bahwa gerakan kami besok di tanggal 29 April pembagian brosur di beberapa titik sentral dan tanggal 1 May bergerak, kita mutlak dan 100 persen gerakan buruh dan kami berharap pihak lain jangan memanfaatkan gerakan kita sebagai gerakan politik," paparnya.(MRI/RGI)

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill