Connect With Us

Sempat Didemo, Zonasi PPDB SMP di Kota Tangerang Akan Diperluas

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 12 Juni 2019 | 16:04

| Dibaca : 11067

Kadindik Kota Tangerang Abduh Surahman menemui warga yang menggelar aksi unjuk rasa di SMPN 23 Tangerang, Senin (9/7/2018). (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP Negeri di Kota Tangerang akan dimulai tanggal 1 hingga 15 Juli 2019.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) terkait PPDB untuk menyiapkan jalur penerimaan zonasi atau reguler, prestasi dan perpindahan orang tua.

Dalam juknis yang direncanakan rampung pada sepekan mendatang itu, Disdik lebih memperhatikan sistem zonasi yang penerimaannya mencapai 90 persen.

Pasalnya, dalam PPDB tahun 2018, sistem ini sempat dipermasalahkan oleh warga dan orang tua yang berdemonstrasi karena anak didiknya tidak diterima walau jarak rumahnya dekat dengan sekolah.

Menurut Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Eni Nurhaeni, sistem zonasi tahun ini akan diperluas.

Eni mengatakan, pihaknya sedang menunggu usulan sekolah terkait lingkungan yang masuk dalam sistem zonasi.

"Jadi sekolah mengajukan calon peserta didik yang tinggal terdekat di sekolahnya. Misal, sekelilingnya ingin 3 lingkungan RW (Rukun Warga) dan 4 RT (Rukun Tetangga). Pokoknya jarak yang berdekatan," ujarnya kepada TangerangNews, Rabu (12/6/2019).

Menurut Eni, perluasan zonasi dapat mengantisipasi permasalahan PPDB yang terjadi pada 2018 di SMPN 23 Tangerang.

Seperti diketahui, dipicu masalah itu, para wali murid berdemonstrasi karena calon peserta didik yang tinggalnya berdekatan dengan sekolah tidak diterima hanya disebabkan beda RW.

"Kemarin kita kan tergantung sekolah, se-RW saja. Nah sekarang kita akan tampung dengan menambahkan jumlah RW ," ucapnya.

Selain itu, lanjut Eni, zonasi juga akan diperluas hingga skala besar. Pasalnya seperti di wilayah Kecamatan Pinang hanya terdapat satu sekolah negeri yaitu SMPN 23 Tangerang. Sementara di wilayah Kecamatan Tangerang terdapat 7 sekolah negeri.

"Dan zonasi lebih besar bisa saja di tingkat kecamatan," ucapnya.

Eni berharap, para orang tua murid dapat menerima dan mengikuti juknis yang telah disahkan serta Permendikbud No 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

"Saya harap orang tua menerima apa yang ada diaturan karena kita dari awal tidak adalagi sekolah yang diunggulkan. Mudah-mudahan mengurangi masalah," imbuhnya.(MRI/RGI)

BANDARA
Unicef Buka Booth Donasi di Bandara Soekarno-Hatta

Unicef Buka Booth Donasi di Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 20 November 2019 | 14:54

TANGERANGNEWS.com—Unicef membuka booth donasi di seluruh terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (20/11/2019).

AYO! TANGERANG CERDAS
Patut Ditiru, SMA 22 Kabupaten Tangerang Sekolah Berbasis Paperless

Patut Ditiru, SMA 22 Kabupaten Tangerang Sekolah Berbasis Paperless

Rabu, 4 Desember 2019 | 12:55

TANGERANGNEWS.com-Kemajuan dunia teknologi informasi menuntut dunia pendidikan untuk cepat beradaptasi. Salah satunya penggunaan dunia ditigal dalam praktik pembelajaran.

BANTEN
Jakarta-Banten Tanpa Tol, Jokowi Sebut Bisa Tua di Jalan

Jakarta-Banten Tanpa Tol, Jokowi Sebut Bisa Tua di Jalan

Jumat, 6 Desember 2019 | 20:08

TANGERANGNEWS.com-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo baru saja meresmikan jalan Tol Kunciran-Serpong di Pintu Tol Parigi, Pondok Aren,

"Tanpa strategi, eksekusi bisa kehilangan arah, Tanpa eksekusi, strategi tidak ada gunanya."

Morris Chang