Connect With Us

Stasiun Tangerang Juga Mati Listrik, Penumpang Menumpuk

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 4 Agustus 2019 | 04:50

Penumpang KA di Stasiun Tangerang menumpuk, Minggu (4/8/2019). (Irfan / TangerangNews.com)

 TANGERANGNEWS.com-Padamnya listrik di Jabodetabek hingga Jawa Barat berdampak pada transportasi umum, termasuk Kereta Api Commuter Line di Stasiun Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (4/8/2019).

Kereta Api yang menghubungkan Stasiun Tangerang dengan Stasiun Duri itu tidak beroperasi. Akibatnya, para penumpang pun menumpuk.

Berdasarkan pantauan TangerangNews, loket dan pintu masuk-keluar di Stasiun Tangerang ditutup. Sementara para penumpang tampak menunggu kereta beroperasi normal.

"Tidak beroperasi mungkin karena mati listrik," kata Santi, seorang calon penumpang di Stasiun Tangerang.

Santi mengatakan, ia akan tetap menunggu kereta beroperasi hingga pukul 18.00 WIB. Jika listrik tak kunjung menyala, ia akan menggunakan moda transportasi lain.

"Saya tungguin sampai habis Maghrib," ucap Santi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Tangerang Aliyas belum memberikan tanggapannya saat dikonfirmasi TangerangNews ihwal tak beroperasi kereta api di stasiunnya ini.

SPORT
Tatap BRI Super League 2026/2027, Carlos Pena Geber Fisik Pemain Persita Tangerang 

Tatap BRI Super League 2026/2027, Carlos Pena Geber Fisik Pemain Persita Tangerang 

Rabu, 8 Juli 2026 | 21:34

Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena akan kembali mengumpulkan seluruh pemain pada 14 Juli 2026 untuk memulai persiapan menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir mulai 4 September mendatang.

OPINI
Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:46

Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill