Connect With Us

Polisi Bongkar Pabrik Ponsel Rekondisi di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 6 September 2019 | 22:18

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim bersama anggota lainnya menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan, di Mapolres Metro Tangerang Kota, Jumat (6/9/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menggerebek rumah industri telepon genggam rusak menjadi baru (rekondisi) di sebuah ruko, Jalan Jalur Sutera, Alam Sutera, Kota Tangerang. Dalam penggerebekan tersebut, empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan 10 WNI diamankan.

"Empat WNA itu berperan sebagai pengawas dan 10 WNI sebagai pekerjanya. Udah kita tangkap semua. Jadi ruko tersebut tempat perakitan HP (ponsel) ilegal dari Cina," jelas Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim, Jumat (6/9/2019).

Abdul mengungkapkan, aktivitas kelompok perakit telepon genggam rekondisi ini sudah berlangsung selama empat tahun sejak 2016. Dalam setahun omzet penjualan telepon genggam rekondisi berbagai macam merek itu mencapai Rp300 miliar.

BACA JUGA:

"Kita mengamankan ribuan HP (ponsel) dari merek terkenal. Belum kita hitung semua totalnya. Keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan satu HP berkisar Rp500-Rp1 juta, selama satu tahun mereka mendapat keuntungan sebesar Rp300 miliar. Apabila ini di total selama empat tahun produksi mereka, maka nilainya sebesar Rp1,2 triliun keuntungannya," katanya.

Abdul menjelaskan, dalam menjalankan kegiatannya, kelompok ini sengaja mendatangkan gadget bekas dari Cina dan pasar lokal di Indonesia. Di ruko sewaan tersebut, mereka memproduksi HP rekondisi tersebut dan dalam satu tahun bisa menghasilkan sebanyak 120 ribu unit. 

"Berarti selama empat tahun sebanyak 480 ribu unit HP yang mereka produksi. Kalau dilihat sekilas tidak berbeda dengan HP aslinya, karena hampir semuanya sama. Dan itu dijual dengan harga baru sesuai pasaran," ungkapnya.

Karim menambahkan, telepon genggam rekondisi ini dipasarkan melalui toko online dengan dilengkapi kartu garansi untuk meyakinkan pembeli. Karim memastikan jumlahnya mencapai angka ribuan terdiri dari beberapa merek ponsel terkenal, yakni Xiaomi, Oppo, Nokia, Samsung, Iphone dan Motorola.

"Tapi kalau lebih teliti kualitas cetakan garansi atau stiker yang menempel di kardus itu tidak rapi atau lebih buruk. Penjualannya menyasar ke pembeli online. Tapi ada juga beberapa toko retail yang mengambil barang di sini," jelasnya.

Abdul berharap masyarakat lebih hati-hati dalam membeli telepon genggam di berbagai kios ponsel. Karena dari pemeriksaaan yang dilakukan, polisi mendapat pengakuan bahwa telepon genggam rekondisi itu juga diedarkan ke berbagai pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Sebanyak 14 tersangka tersebut dikenakan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen, perdagangan, dan tentang telekomunikasi.

Dari pasal 62 ayat 2 Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Lalu pasal 104 ayat 1 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman penjara lima tahun dan atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Terakhir, para tersangka dikenakan pasal 47 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dengan ancaman pidana paling lama penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.(MRI/RGI)

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

TEKNO
Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:31

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

BANTEN
Mata Merah Jangan Sembarangan Ditetesi Obat, Kenali Gejala dan Penyebab Konjungtivitis

Mata Merah Jangan Sembarangan Ditetesi Obat, Kenali Gejala dan Penyebab Konjungtivitis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:35

Mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang langsung membeli obat tetes mata tanpa mengetahui dampaknya.

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill