Connect With Us

Museum Pemasyarakatan di Tangerang Belum Dibuka Untuk Umum

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 23:02

| Dibaca : 653

Tampak benda bersejarah berupa Senapan di museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Hari museum nasional diperingati setiap 12 Oktober atau tepat hari ini, Sabtu (12/10/2019).

Kota Tangerang memiliki sejumlah museum. Salah satunya museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang.

Namun, museum pemasyarakatan yang berada di areal lapas itu belum dibuka untuk umum. Padahal, memiliki nilai-nilai bersejarah.

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak  tahun 1877 ini, menjadi saksi kehidupan masyarakat dijaman itu.

Tampak benda bersejarah berupa Senapan di museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang.

Hukuman yang tidak manusiawi masih terekam melalui lewat potret yang diabadikan dan dipajang di dinding museum.

Museum yang baru dua tahun lalu diresmikan oleh Menteri Hukum dan HAM saat itu Yasonna Laoly pun masih menyimpan benda-benda peninggalan masa kolonial.

Tampak benda bersejarah di museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang.

Benda bersejarah yang masih terawat dengan baik tersebut di antaranya senapan, pedang, lonceng dan sejumlah timbangan yang sebagian masih berfungsi.

Selain dari LP Kelas IIA Tangerang, keberadaan benda artefak dan dokumentasi foto di museum tersebut didapat dari sejumlah rutan (rumah tahanan) di Indonesia seperti Rutan Sukamiskin, Rutan Sumatra dan Rutan Nusakambangan.

"Peninggalan yang ada di museum ini memang bukan dari wilayah sini saja, benda-benda dan foto itu dari rutan se-Indonesia yang memang dikumpulkan di museum ini," ujar Astrid Retno Yuni Winarti, Plh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, Sabtu (12/10/2019).

Museum pemasyarakatan yang berada di dalam areal lapas ini membuat museum tersebut kurang diketahui masyarakat.

Sekalipun warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi museum tak meliriknya sehingga mereka tidak tahu.

Tampak benda bersejarah di museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang.

Seperti yang dikatakan Sarip, warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Ia menyebut tidak mengetahui bila di lapas yang berada di dekat rumahnya itu terdapat museum pemasyarakatan.

"Saya tidak tahu kalau di LP ada museum. Padahal rumah saya dibelakang LP," ujarnya.

Tampak benda bersejarah di museum pemasyarakatan di LP Kelas IIA Tangerang.

Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya Kemenkumham dalam mensosialisasikan keberadaan museum tersebut kepada masyarakat luas agar dikenal dan dapat memberikan nilai edukasi sejarah.

Pegiat fotografi, Novia berharap keberadaan museum pemasyarakatan dapat mengingat nilai-nilai perjuangan para pelopor dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

"Sehingga saya berharap museum pemasyarakatan ini dibuka untuk umum," pungkasnya saat hunting foto bareng Kotret di LP Kelas IIA Tangerang.(RMI/HRU)

WISATA
Objek Wisata Paling Recomended di Jakarta

Objek Wisata Paling Recomended di Jakarta

Kamis, 28 Maret 2019 | 08:13

TANGERANGNEWS.com-Anda sedang mencari objek wisata terbaik di Jakarta? Meskipun menjadi kota metropolitan dengan tingkat mobilitas yang sangat

OPINI
Antara Film SIN & Propaganda Sesat Kaum Liberal

Antara Film SIN & Propaganda Sesat Kaum Liberal

Senin, 14 Oktober 2019 | 15:50

TANGERANGNEWS.com-Satu lagi film drama-romantis buatan Indonesia akan menggebrak layar bioskop Tanah Air yaitu SIN. Tema film ini agak kontroversial karena bercerita tetang kakak beradik yang saling jatuh cinta.

TEKNO
Gunakan Jasa One Smart Services, Kemacetan di BSD City Bakal Terurai 

Gunakan Jasa One Smart Services, Kemacetan di BSD City Bakal Terurai 

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:00

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land menjanjikan kemacetan yang terjadi di wilayah BSD City bakal terurai. Sebab kini Sinarmas Land telah menggunakan jasa OneSmartServices guna mewujudkan

NASIONAL
Pengalaman Atasi Konflik, M Nazar Masuk Radar Menteri Sosial

Pengalaman Atasi Konflik, M Nazar Masuk Radar Menteri Sosial

Senin, 21 Oktober 2019 | 10:31

TANGERANGNEWS.com-Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menginginkan agar kedepan pemerintahannya, termasuk kementerian-kementerian di bawahnya, harus mampu mengatasi persoalan-persoalan klasik yang monoton tanpa solusi dan hasil.

"Cobaan, kekalahan dan kegagalan tidak akan menjadi sesuatu yang buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya."

Donny Dhirgantoro