Connect With Us

Eliminasi HIV-TBC, Dinkes Kota Tangerang Luncurkan Siminah & Simintul

Advertorial | Jumat, 1 November 2019 | 12:04

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi melepas petugas-petugas Puskesmas secara simbolis dalam program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang meluncurkan program Gebyar Mantul yang merupakan perpaduan antara Siminah (Aksi Eliminasi HIV AIDS) dan Simintul (Aksi Eliminasi Tuberkulosis).

Program Gebyar Mantul yang digencarkan selama November dan Desember 2019 ini diluncurkan di aula Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (1/11/2019).

Kegiatan program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Dalam Gerakan Eliminasi HIV-TBC ini, Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi secara simbolis melepas para petugas dari 36 Puskesmas ke seluruh lingkungan masyarakat Kota Tangerang, untuk memberikan edukasi ihwal penanganan dan pencegahan penyakit HIV-TBC.

“Gerakan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Tangerang untuk menanggulangi dan mengeliminasi dua penyakit ini. Untuk itu, diperlukan kerja keras dan kerja cerdas,” ujar Liza.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi saat memberikan materi kepada petugas-petugas Puskesmas dalam program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Liza mengatakan, HIV dan TBC adalah dua penyakit yang menular, sehingga masyarakat perlu diberikan edukasi. Penularan infeksi HIV terjadi apabila salah satu atau lebih banyak dari cairan tubuh penderita memasuki aliran tubuh orang lain. Sementara virus TBC menular apabila kuman dari penderita diterima orang lain.

Berdasarkan data, Indonesia menyumbang angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa di Asia Pasifik yang terjangkit HIV-AIDS pada 2018. Sementara penyakit tuberkulosis pada 2018 di Indonesia diperkirakan sebesar 842.000 kasus.

Kegiatan program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Menurut Liza, pihaknya mencatat sejak 2004-2019 sebanyak 1.200 warga Kota Tangerang terkena HIV-AIDS. Dinkes juga mencatat sebanyak 3.000 warga Kota Tangerang terkena kasus tuberkulosis.

Liza menyebut, masyarakat Indonesia terutama warga Kota Tangerang harus terhindar dari dua penyakit menular ini, demi menciptakan sumber daya manusia yang maju, unggul dan berdaya saing.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari penyakitnya, bukan penderitanya. Maka, ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap pengidap penyakit ini.

Senam bersama dalam kegiatan program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

“Kami memberikan ketahanan kepada masyarakat supaya masyarakat terhindar dari penyakitnya. Ingat, yang dihindari itu penyakitnya, bukan orangnya. Kalau orangnya adalah saudara kita semua yang mereka juga mempunyai perasaan dan masa depan,” ucap Liza.

Dalam program Gebyar Mantul, para petugas Puskesmas disebar selama November dan Desember 2019 ke seluruh lingkungan masyarakat Kota Tangerang, untuk menyapa pengidap dan lingkaran pengidap dalam rangka memberikan edukasi penanganan dan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi saat tandatangan di spanduk dalam kegiatan program Gebyar Mantul di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

“Kegiatan ini masif melalui sapa sehat. Kami mengintegrasikan program-program yang ada di Puskesmas secara berkesinambungan, dengan harapan akhir nanti minimal masyarakat paham apa sih penyakit itu dan bisa mencegahnya, karena penyakit menular tidak ada lintas batas,” paparnya.

Saat peluncuran program ini, Pemkot Tangerang dan sejumlah organisasi kesehatan atau organisasi profesi kesehatan berkomitmen, untuk mengeliminasi HIV dan TBC di Kota Tangerang dengan target zero yang ditandai dengan penandatanganan.

Selain itu, komitmen eliminasi HIV dan TBC juga sebagai implementasi dalam mendukung komitmen negara Asia yang menargetkan triple zero pada 2030.

“Kami tegaskan tidak boleh ada masyarakat Kota Tangerang yang meninggal karena HIV-TBC, karena pada prinsipnya penyakit ini bisa dikendalikan,” pungkasnya.(ADV)

PROPERTI
Ikut Semarakkan HUT ke-81 RI, Paramount Gading Serpong Gelar Festival Kemerdekaan Sebulan Penuh

Ikut Semarakkan HUT ke-81 RI, Paramount Gading Serpong Gelar Festival Kemerdekaan Sebulan Penuh

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:44

Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia turut terasa di kawasan Paramount Gading Serpong. Berbagai dekorasi bernuansa merah-putih menghiasi sejumlah area hunian, komersial, dan fasilitas publik

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

NASIONAL
Purbaya Naikan Anggaran TKD 2027 Jadi Rp735 Triliun, Fokus ke Daerah dengan PAD Rendah 

Purbaya Naikan Anggaran TKD 2027 Jadi Rp735 Triliun, Fokus ke Daerah dengan PAD Rendah 

Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53

Pemerintah merancang anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan outlook TKD 2026 yang tercatat Rp696,9 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill