Connect With Us

Warga Kampung Bekelir Keluhkan Pengerjaan Program Kotaku

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 4 November 2019 | 15:49

Para tukang terlihat sedang melakukan pengerjaan drainase lingkungan di Kampung Bekelir, Senin (4/11/2019). (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Warga Kampung Bekelir di RW 1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang mengeluhkan pengerjaan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).

Pantauan TangerangNews, sedang berlangsung pengerjaan drainase lingkungan yang dilakukan dengan U-ditch (saluran air dari beton) dalam program Kotaku di Kampung Bekelir, Senin (4/11/2019).

Sebagian warga menerima bila selokan di halamannya dibongkar untuk dibuat U-ditch. Sementara sebagian warga lainnya enggan comberannya dibongkar.

Papan proyek pengerjaan drainase lingkungan dalam program Kotaku di Kampung Bekelir, Senin (4/11/2019).

Mereka yang enggan gotnya dibongkar karena salurannya berada di bawah pagar rumah. Sehingga, jika dibongkar dapat merusak halaman rumahnya.

Deden, warga setempat, mengaku menolak jika halaman rumahnya dibongkar untuk dibuat U-ditch dalam proyek yang mulai dikerjakan pada Oktober 2019 itu.

"Yang jelas saya akan menolak bila dibongkar. Tidak rela. Karena ini merusak," ungkapnya kepada TangerangNews, Senin (4/11/2019).

Sementara Setiawan, warga lainnya mengatakan, bila U-ditch dilakukan dengan sodetan pun akan berdampak pada penyempitan jalan lingkungan.

"Pengerjaannya tidak rapi. Kalau misalnya dibuat seperti itu, otomatis jalan menyempit," katanya.

Baca Juga :

Anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat, Djajang Laksana mengungkapkan, pihaknya dengan pihak kelurahan masih mengkaji ihwal keluhan warga itu.

"Kami dan kelurahan masih memikirkan dahulu. Apakah memang disodet atau tidak kena," jelasnya.

Ia menuturkan, program Kotaku di Kampung Bekelir yang menelan anggaran Rp936 juta dengan sumber dana dari Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) senilai Rp780 juta dan Swadaya Masyarakat senilai Rp105 juta ditargetkan rampung pada Desember 2019.

"Targetnya rampung bulan Desember. Pengerjaan U-ditch ini untuk mengentaskan kampung kumuh," pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Babakan Abu Sopyan belum memberikan tanggapan ihwal proyek tersebut ketika dikonfirmasi TangerangNews.

Sebelumnya, Kasie Pembangunan Perumahan dan Permukiman (P3) Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Tangerang Sandi Sulaeman mengatakan, anggaran untuk program Kotaku yang dikucurkan sebanyak Rp28 miliar pada 2019 ini menyasar 27 kelurahan di Kota Tangerang.

Adapun 27 kelurahan yang masuk atau menerima program tersebut berada di Kecamatan Larangan, Karang Tengah, Cipondoh, Tangerang, Pinang, Karawaci, Cibodas dan Neglasari.

"Kami mengusulkan ke pusat 100 kelurahan, yang di-accept 27 kelurahan. Nah ini target tahun 2019 selesai demi mengentaskan kampung kumuh," ujarnya kepada TangerangNews, Rabu (3/7/2019).

Sandi mengatakan, usulan wilayah kumuh tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) Wali Kota Tangerang tahun 2016, tentang Penetapan Kawasan Perumahan dan Permukiman yang kumuh di wilayah Kota Tangerang.

Sandi menjelaskan, ada tujuh indikator kawasan kumuh yang harus dientaskan atau ditingkatkan infrastrukturnya, antara lain bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainese lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengamanan kebakaran.(RMI/HRU)

NASIONAL
Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Pertamina Belum Keluarkan Larangan Suzuki Thunder Isi BBM Bersubsidi

Senin, 20 Juli 2026 | 18:14

Ramainya pemberitaan mengenai larangan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi pemilik sepeda motor Suzuki Thunder di sejumlah SPBU wilayah, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Pertamina Patra Niaga.

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill