Connect With Us

Pedagang Meninggal Saat Penertiban PKL, Polisi: Keluarga Ikhlas

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 21 Desember 2019 | 22:19

Suasana di kediaman almarhum Ali Samsuar, 53, di Jalan Maulana Hasanudin RT2/2 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Seorang pedagang, Ali Samsuar, 53, meregang nyawa dalam insiden cekcok saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh petugas Satpol PP di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (21/12/2019).

Menurut polisi, pihak keluarga menganggap meninggalnya korban merupakan takdir. Sebab, keluarga mengatakan Ali meninggal akibat serangan jantung. Abdul juga menyebut, korban memiliki riwayat sakit jantung. 

"Pihak keluarga melalui Ermen Patria (adik korban) menerima dengan ikhlas dan menganggap peristiwa ini adalah suatu musibah atau takdir dari Tuhan yang Maha Esa," ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim kepada TangerangNews. 

Abdul mengatakan, pihak keluarga telah melakukan mediasi dengan pihak Satpol PP Kota Tangerang. Dalam hasil mediasi, kata Abdul, pihak keluarga tak akan menuntut siapa pun atas meninggalnya Ali. Selain itu, pihak keluarga juga menolak bila jasad Ali diautopsi. 

"Jika dikemudian hari pihak kepolisian menemukan adanya indikasi pembunuhan, maka keluarganya bersedia membantu pihak kepolisian untuk proses penyidikan lanjutannya (penggalian makam korban)," jelas Abdul. 

Baca Juga :

Pedagang Meregang Nyawa Saat Penertiban PKL di Cipondoh

Abdul menuturkan, mendiang korban saat ini berada di rumah duka, di Jalan Maulana Hasanudin RT2/2 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh. Abdul menyebut, korban akan dikebumikan di kampung halamannya, di Lampung. 

"Biaya (proses pemakaman) ditanggung oleh Kasatpol PP Kota Tangerang," ucapnya. 

Abdul menambahkan bahwa sebelum meninggal korban tiba-tiba terjatuh ketika melihat insiden cekcok antara para petugas Satpol PP dengan para pedagang. 

"Ya, memang petugas Satpol PP saat itu melakukan penertiban PKL di Pasar Sipon (menerjukan) kekuatan personel 25 orang," pungkasnya.(RMI/HRU)

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill