Connect With Us

Pascabanjir, Sampah di Kota Tangerang Capai 800 Ton

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 3 Januari 2020 | 16:15

Petugas kebersihan saat mengangkut sampah. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Banjir di Kota Tangerang menyebabkan meningkatnya volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat, volumen sampah pascabanjir mencapai 800 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan pada hari biasa volume sampah dalam sehari 1.300 ton. 

"Namun saat banjir hingga sore ini diperkirakan meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton dari biasanya,” ungkapnya, Jumat (3/1/2020). 

Ia pun mengungkapkan dalam proses pengangkutan sampah atau bersih-bersih banjir, pihaknya mengerahkan 775 petugas yang tersebar di seluruh titik banjir di Kota Tangerang.

Kata Dedi, petugas lingkungan hidup juga dibantu sejumlah instansi lainnya seperti Bidang Pertamanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan ratusan relawan. 

“Semakin banyak petugas yang kami kerahkan, serta bantuan dari personel lainnya. Aksi bersih-bersih Kota Tangerang pascabanjir akan semakin cepat, dan Kota Tangerang akan kembali pulih,” katanya. 

Kata Dedi, sejauh ini sampah yang diangkut petugas didominasi perabotan rumah tangga yang rusak akibat banjir. Seperti, springbed, kasur bekas, lemari, kayu-kayu, hingga batang-batang pohon.(RMI/HRU)

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill