Connect With Us

Kerugian Banjir Capai Rp1 Miliar, Pemkot Tangerang Siap Tanggung

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 8 Januari 2020 | 13:25

Banjir di kompleks Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Jumlah kerugian akibat banjir yang melanda 294 titik di Kota Tangerang ditaksir mencapai kurang lebih Rp1 miliar. Pemerintah pun akan menutupi kerugian yang dialami masyarakat tersebut.

"Kita lagi hitung-hitung kerugiannya saat ini. Prediksi kami sementara tidak sampai Rp1 Miliar," ujar Edi Sofyan, Sekretaris BPBD Kota Tangerang, Rabu (8/1/2020).

Kendati demikian, Edi belum mengetahui pasti jumlah kerugian atas bencana banjir yang menimpa masyarakat Kota Tangerang. Sebab, ia mengatakan proses kalkulasi masih dilakukan.

Edi Sofyan, Sekretaris BPBD Kota Tangerang.

"Satu atau dua hari lagi akan kita umumin jumlah kerugian semuanya. Ini lagi dihitung," katanya.

Menurutnya, dari 294 titik banjir di Kota Tangerang tidak ditemukan kerusakan serius. Ia menyebut kerugian materil sebagian besar didominasi peralatan rumah tangga dan kendaraan yang mogok karena terendam banjir.

"Rata-rata hanya peralatan rumah tangga yang hilang dan rusak. Ada juga kendaraan mogok seperti mobil dan motor. Tidak ada rumah yang hancur juga akibat bencana ini. Tapi saya akui banjir tahun ini lebih parah," katanya.

Ia menambahkan bantuan atas kerugian yang dialami masyarakat terdampak banjir bakal segera ditutupi Pemerintah Kota Tangerang.

"Iya, pemerintah nanti akan berusaha untuk membantu, tapi semua kita data dulu," pungkasnya.(RAZ/HRU)

OPINI
Antara Israel, Amerika dan Thermal Weapons

Antara Israel, Amerika dan Thermal Weapons

Jumat, 20 Februari 2026 | 18:16

Penggunaan senjata termal dan thermobarik (thermal weapons) yang digunakan Israel, untuk menghancurkan gedung-gedung pemukiman warga Gaza Palestina, dan menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

NASIONAL
Fenomena Working Poor, Ketika Punya Pekerjaan Tidak Mengubah Kemiskinan

Fenomena Working Poor, Ketika Punya Pekerjaan Tidak Mengubah Kemiskinan

Senin, 23 Februari 2026 | 15:10

Fenomena “working poor” makin mengemuka di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa memiliki pekerjaan tidak selalu menjamin kesejahteraan hidup.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill