Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Jumlah kerugian akibat banjir yang melanda 294 titik di Kota Tangerang ditaksir mencapai kurang lebih Rp1 miliar. Pemerintah pun akan menutupi kerugian yang dialami masyarakat tersebut.
"Kita lagi hitung-hitung kerugiannya saat ini. Prediksi kami sementara tidak sampai Rp1 Miliar," ujar Edi Sofyan, Sekretaris BPBD Kota Tangerang, Rabu (8/1/2020).
Kendati demikian, Edi belum mengetahui pasti jumlah kerugian atas bencana banjir yang menimpa masyarakat Kota Tangerang. Sebab, ia mengatakan proses kalkulasi masih dilakukan.

"Satu atau dua hari lagi akan kita umumin jumlah kerugian semuanya. Ini lagi dihitung," katanya.
Menurutnya, dari 294 titik banjir di Kota Tangerang tidak ditemukan kerusakan serius. Ia menyebut kerugian materil sebagian besar didominasi peralatan rumah tangga dan kendaraan yang mogok karena terendam banjir.
"Rata-rata hanya peralatan rumah tangga yang hilang dan rusak. Ada juga kendaraan mogok seperti mobil dan motor. Tidak ada rumah yang hancur juga akibat bencana ini. Tapi saya akui banjir tahun ini lebih parah," katanya.
Ia menambahkan bantuan atas kerugian yang dialami masyarakat terdampak banjir bakal segera ditutupi Pemerintah Kota Tangerang.
"Iya, pemerintah nanti akan berusaha untuk membantu, tapi semua kita data dulu," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGHujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang mengakibatkan pemukiman warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, terendam banjir cukup parah pada Selasa 5 Mei 2026. Hingga pukul 10.10 WIB, ketinggian air di lokasi terpantau mencapai 140 cm
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews