Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Ajang National AutoCAD Competition yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) selesai.
Perlombaan yang berlangsung di Kampus Pusat UMT, Cikokol, Kota Tangerang pada Sabtu (11/1/2020) ini, telah terpilih lima peserta yang menjadi juara.
Kepala Program Studi Teknik Industri UMT Tri Widodo mengatakan, perlombaan bidang gambar teknik bertemakan The Best Design to Change Better Industry ini diikuti 16 perguruan tinggi dari Jabodetabek dan Banten.
Ia menyebut, ada lima perguruan tinggi yang meraih juara termasuk sang tuan rumah, UMT.
Juara 1 diraih Politeknik Gajah Tunggal, Juara 2 Universitas Indra Prasta Jakarta, Juara 3 HMTI UMT. Ada juga Juara Harapan 1 HMTI Banten Jaya, Juara Harapan 2 HMTI Universitas Pamulang.
“Kami berhasil meraih juara tiga karena terpilih memiliki tingkat keakurasian dalam menggambar sebuah inovasi industri,” ujarnya kepada TangerangNews, Selasa (14/1/2020).
Tri menuturkan, perlombaan ini sangat netral karena sang juri berasal dari praktisi industri, bukan internal penyelenggara.
Tri berharap perlombaan yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar kampus dan mengembangkan serta mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang gambar teknik ini, dapat terselenggara setiap tahun.
“Kami berharap ke depan agar kegiatan ini jauh lebih banyak pesertanya dan memiliki inovasi demi menciptakan sumber daya manusia yang siap berdaya saing,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPortugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews