Connect With Us

Menilik Kampung Bandara di Tangerang yang Kaya Potensi

Advertorial | Selasa, 3 Maret 2020 | 11:00

Camat Neglasari Ubaidillah Ansar bersama masyarakat memanen sayuran di Kampung Opak Angin, Kelurahan Mekar Sari, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, terus mengembangkan kampung-kampung di wilayah tersebut menjadi kampung tematik, sebagai upaya penataan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat serta mengangkat potensi kearifan lokal setempat.

Saat ini sudah ada sejumlah kampung tematik yang terbentuk seperti Kampung Rukun, Kampung Opak Angin, Kampung Tobat, Kampung Terang dan Kampung Anti Narkoba. Kampung-kampung tersebut tak hanya dibentuk menjadi lebih asri dan indah, tapi juga memiliki ciri khas.

Camat Neglasari Ubaidillah Ansar menjelaskan konsep kampung-kampung tersebut. Seperti halnya Kampung Rukun di RW 7, Kelurahan Neglasari, yang mengangkat kearifan lokal masyarakat, karena penduduknya heterogen mulai dari etnis Jawa, Betawi hingga Tionghoa.

“Ciri khas Kampung Rukun ini mengusung konsep tiga dimensi (3D) dari lukisan realis atau gambar-gambar hidup. Serta lingkungan yang hijau dan asri," katanya, Selasa (3/3/2020).

Sementa itu, Kampung Opak Angin di RW 03, Kelurahan Mekarsari, menawarkan konsep kemandirian yang dijalankan masyarakat setempat. "Di Kampung Opak Angin, pengunjung dapat melihat langsung pembuatan makanan tradisional khas Neglasari, upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ubaidillah.

Yang terbaru adalah Kampung Bandara di RW 7 dan 8 Kelurahan Karang Sari, dekat Bandara Soekarno-Hatta. Kampung ini memiliki beragam potensi untuk menjadi destinasi wisata kampung tematik yang layak dikunjungi.

Ubaidillah menceritakan asal muasal Kampung Bandara yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2020 ini. Menurutnya, nama Bandara merupakan akronim dari bersih, aman, nyaman, damai, dan rapi.

"Dulu kampung ini dikenal dengan Kampung Sukamandi. Tapi sekarang dikembangkan untuk tematiknya, makanya beralih nama jadi Kampung Bandara," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kondisi kampung ini dulunya kumuh sedang. Kemudian pihaknya memberikan sosialsiasi kepada masyarakat kaitan program kampung tematik. Para warga kemudian mulai peduli terhadap lingkungannya.

Kemudian, warga secara swadaya tengah mempersolek lingkungannya menjadi asri dan sedap dipandang. Mural-mural yang instagramable pun mulai terlihat. Tanaman-tanaman juga mulai menghiasi pemukiman ini. "Pengecatan rumah, mural, penghijauan, pohon-pohon gantung itu semua swadaya masyarakat. Inisiatif mereka," ungkapnya.

Selain mempersolek kampung, warga setempat juga diberdayakan dengan mengajarkan mereka membuat vlog (video blog), membatik hingga koperasi. “Kita dorong warga juga untuk membuat taman, pembibitan termasuk rumah bibit-aktivitas kelompok wanita tani (KWT). Intinya pemberdayaan warga,” imbuh Ubaidillah. 

	Lurah Karang Sari Iwan Mulyawan berswafoto di mural bermotif sayap di area Kampung Bandara, Neglasari, Kota Tangerang.

Dalam pembentukan Kampung Bandara ini, pihak kecamatan juga menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero). Melalui dana corporate social responsibility (CSR), pengelola Bandara Soekarno-Hatta itu turut berkontribusi dalam pengembangan kampung.

Lurah Karang Sari Iwan Mulyawan mengatakan, Kampung Bandara ini memiliki beragam potensi yang dapat mendongkrak perekonomian warganya. Pasalnya, terdapat sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi olahan kripik hingga kerajinan tangan dan yang telah go internasional.

Selain itu, menurut dia, keberadaan wisata air di kali Irigasi Kampung Bandara yang akan direalisasikan pada waktu mendatang ini menjadi potensi untuk mengundang perhatian wisatawan. “Ke depan juga akan kita adakan di sini wisata kuliner,” tuturnya.(ADV)

NASIONAL
DPR Minta Perusahaan Media Turut Tanggung Jawab ke Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

DPR Minta Perusahaan Media Turut Tanggung Jawab ke Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 14:44

Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyoroti pentingnya peran dan tanggung jawab perusahaan media dalam menghadapi musibah hilangnya para jurnalis saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
TPA Cipeucang Tangsel "Dipaksa" Tampung 1.022 Ton Sampah Per Hari

TPA Cipeucang Tangsel "Dipaksa" Tampung 1.022 Ton Sampah Per Hari

Kamis, 10 September 2026 | 22:32

Gunungan sampah terlihat memenuhi salah satu area pemrosesan akhir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah kendaraan pengangkut sampah dan alat berat masih beraktivitas di sekitar tumpukan tersebut.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill