Connect With Us

Tumpukan Sampah di Ciledug Disebut Ulah Warga

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 8 Maret 2020 | 16:55

Sampah menumpuk di Jalan Raden Fatah, depan Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, Jumat (6/3/2020). (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com–Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup menanggapi tumpukan sampah di Ciledug, Kota Tangerang. 

Sampah-sampah liar yang berada Jalan Raden Fatah itu disebut ulah warga yang kerap membuangnya sembarangan. Padahal DLH telah mengangkutnya setiap pagi dan sore.

"Warganya perlu pembinaan kaitanya kebersihan," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Harsoyo, kepada TangerangNews, Minggu (8/3/2020). 

Harsoyo menuturkan kesadaran warga membuang sampah sembarangan tidak pernah tumbuh. Untuk itu, pihaknya akan mencarikan solusi yang konkret untuk mengatasi persoalan sampah liar di Jalan Raden Fatah itu. 

"Besok, Senin, kita rapatkan dengan camat dan lurah kaitanya solusi," pungkasnya. (RAZ/RAC)

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill