Connect With Us

Marinus Gea Sebut Masyarakat Harus Dipaksa Agar Disiplin

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 29 Mei 2020 | 22:19

Anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea memberikan donasi bantuan sembako di Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia) di kawasan Kebon Besar, Batuceper, Kota Tangerang, Jumat (29/5/2020). (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea meminta kepada pemerintah maupun penegak hukum agar memaksa masyarakat disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan saat new normal.

Hal itu disampaikan Marinus saat menyalurkan bantuan sembako di Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia) di kawasan Kebon Besar, Batuceper, Kota Tangerang, Jumat (29/5/2020).  

Dalam kunjungannya di sekolah tersebut, Marinus menyalurkan sembako berupa 250 kilogram beras, 50 liter minyak, mi instan 250 bungkus, dan gula 50 kilogram.

Marinus mengaku bahwa masyarakat di Indonesia saat ini cenderung masih belum disiplin dalam menjalani protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. 

"Jadi, kalau tidak dipaksakan tidak akan disiplin," katanya. 

Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi COVID-19 yaitu membiasakan hidup disiplin.

Disiplin yang dimaksud adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan teratur, mengenakan masker, dan menjaga jarak. 

"Kuncinya itu disiplin dan makan-makanan sehat," ucapnya. 

Dia juga berpesan kepada lingkungan akademis untuk tetap menjalani aktivitas pembelajaran dengan tetap mematuhi berbagai kebijakan pemerintah tentang protokol kesehatan.(RMI/HRU)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill