AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com–Dua orang pria menjadi korban penembakan di dua lokasi berbeda di kawasan wisata kuliner Laksa dan Taman Gajah Tunggal, Kota Tangerang, Jumat (5/6/2020) malam.
Kedua korban tak saling kenal. Mereka dibonceng rekannya menggunakan sepeda motor.
Peristiwa nahas ini awalnya dialami Ozi. Ketika itu, sekitar pukul 20.00 WIB, korban melintas di Jalan Maulana Yusuf.
Namun, ketika berada di dekat wisata kuliner Laksa, korban yang masih pemuda ini tertembak.
Tembakan mengenai pinggang korban. Diduga peluru berasal dari senjata airsoft gun.
"Jadi, tadi lagi lewat mau pulang. Tiba-tiba pinggang saya sakit. Ketembak," kata Ozi kepada TangerangNews, Sabtu (6/6/2020) dini hari.
Berselang sekitar satu jam, korban lainnya, Ikhsan yang juga pemuda tertembak dengan jenis peluru yang sama di kawasan Taman Gajah Tunggal.
"Iya, sama saya juga tertembak. Kena pinggang juga," tutur Ikhsan.
Korban masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Belum diketahui motif penembakan tersebut. Petugas kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku.(RMI/HRU)
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGSuasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews