Connect With Us

Webinar Mahasiswa UMT, Dorong Kreatifitas di Tengah COVID-19

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 26 Juli 2020 | 16:13

Flayer Webinar Mahasiswa UMT Great Idea and Creative Imagination. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 tak jadi alasan untuk berhenti membuat kegiatan yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Mereka kembali membuat gebrakan melalui Webinar (web seminar), untuk mendorong kreatifitas masyarakat meski tengah pandemi, Sabtu (25/7/2020).

Dalam webinar bertema "Great Idea and Creative Imagination" ini, menghadirkan dua pembicara dari industri kreatif yakni Founder dan Owner Jakcloth Ucok Nasution serta Costumer Development PT Nutrifood Indonesia Wiradetia Abiyoso.

Ucok mengatakan, bagaimana mengelola ide kreatif muncul. Menurutnya, ide bagus muncul ketika ada masalah dan dalam konteks bisnis, untuk menemukan ide tersebut harus melihat bisnis yang sudah jalan sehingga termotivasi.

“Kita harus yakin bahwa produk yang kita buat dibutuhkan masyarakat, memiliki promosi yang baik ke konsumen. Berusaha untuk menjadi prionir dan harus memiliki program sale of the box" terangnya melalui video conference.

Sementara Wiradetia menyatakan bagi generasi muda, agar bisa bertahan harus terus berubah. Jangan terlena meski telah mendapat prestasi. Contohnya ketika berbisnis, harus beradaptasi dan berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Mungkin kemarin kita berhasil bikin bisnis, tapi namanya bisnis itu selalu yang mengalami perubahan. Jadi kita harus terus melihat kondisi situasi dan berinovasi dengan hal-hal baru," imbuhnya.

Dikatakan Wiradetia, di era revolusi industri 4.0 saat ini, internet menjadi salah satu komponen paling penting dalam kehidupan. Salah satunya smarthpohone yang tidak terpisahkan genggaman setiap orang. Hal itu bisa dimanfaatkan dala situasi pandemi saat ini.

“Sekarang kita mau bayar apa-apa bisa pakai digital. Kalau kita enggak bawa handphone itu udah seperti kehilangan separuh nyawa. Yang perlu kita pelajari dan kita pahami, sekarang ketika Corona datang harus lebih beradaptasi dengan penggunaan internet,” jelasnya.

Untuk diketahui, webina yang diikuti 250 peserta ini diprakarsai oleh kolaborasi dua dosen praktisi Public Relation, Ade Rahma pengampu mata Kuliah Event Management dan Korry Elyana pengampu mata kuliah cyber PR.

Ade Rahmah mengatakan webinar ini merupakan praktek dalam memanage sebuah acara. Namun kali ini pembicara yang diundang berasal dari industri kreatif. “Kedua pembicaranya saling sinergi sehingga webinar ini saya nilai sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan semua peserta,” ujarnya.

Korry menjelaskan kegiatan ini selain untuk memanage event, juga merupakan sebuah ide kreatif supaya bagaimana mahasiswa bisa mengupayakan tetap praktek Cyber PR walaupun saat andemi.

Saat ini, mahasiswa harus pandai mengelola media sosial, bukan hanya sebagai ajang eksistensi tapi juga sebagai sarana yang bermanfaat.

"Hari Kamis kemarin pra acara sempat menjadi bahan perbincangan menarik dan trending topik di Twitter berkat kolaborasi yang baik dari mahasiswa konsentrasi PR," kata Korry. (RAZ/RAC)

BANDARA
InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:06

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memberikan klarifikasi terkait oknum petugas kargo Bandara Soekarno-Hatta yang diduga melakukan tindak pidana pencurian ratusan tas ekspor Lululemon dengan kerugian senilai Rp1 miliar.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill