ITTS Jadi Kampus Pertama di Asia Tenggara yang Masuk Ekosistem WordPress Credits
Kamis, 17 September 2026 | 18:01
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TANGERANGNEWS.com–Kasus penderita COVID-19 di Kota Tangerang kembali melonjak usai perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.
Pantauan TangerangNews pada situs informasi COVID-19 Pemerintah Kota Tangerang, https://covid19.tangerangkota.go.id/, lonjakan kasus baru terjadi pada 31 Juli yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengakui lonjakan kasus tersebut.
"Kurang lebih ada lonjakan 40 kasus. Padahal minggu sebelumnya dalam seminggu hanya 2 kasus, memang terjadi lonjakan kasus," ujarnya di Puspemkot Tangerang, Senin (3/8/2020).
Terkini, bertambah 17 kasus baru positif COVID-19. Jumlah tersebut tertinggi pada bulan Juli. Sebelumnya, penambahan kasus baru tertinggi terjadi pada 3 Juli lalu sebanyak 12 kasus.
Usai terjadi lonjakan kasus baru, trend COVID-19 di Kota Tangerang kembali meningkat, pada 1 Agustus bertambah sebanyak 6 kasus, kemudian 2 Agustus bertambah sebanyak 8 kasus.
Total kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang kini sebanyak 600 kasus (37 meninggal dunia, 492 sembuh dan 70 masih dalam perawatan).
"Sekarang Pemkot Tangerang terus dalam rangka operasi aman bersama kita berharap masyarakat itu tetap menaati protokol kesehatan COVID-19," pungkasnya. (RMI/RAC)
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TODAY TAGKebakaran hebat puluhan gudang di Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menyebabkan kepulan asap hitam pekat, pada Rabu 16 September 2026, pukul 12.55 WIB.
Sebanyak delapan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mendadak mengalami gejala mual ringan usai mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis 17 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews