Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com–Kasus penderita COVID-19 di Kota Tangerang kembali melonjak usai perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.
Pantauan TangerangNews pada situs informasi COVID-19 Pemerintah Kota Tangerang, https://covid19.tangerangkota.go.id/, lonjakan kasus baru terjadi pada 31 Juli yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengakui lonjakan kasus tersebut.
"Kurang lebih ada lonjakan 40 kasus. Padahal minggu sebelumnya dalam seminggu hanya 2 kasus, memang terjadi lonjakan kasus," ujarnya di Puspemkot Tangerang, Senin (3/8/2020).
Terkini, bertambah 17 kasus baru positif COVID-19. Jumlah tersebut tertinggi pada bulan Juli. Sebelumnya, penambahan kasus baru tertinggi terjadi pada 3 Juli lalu sebanyak 12 kasus.
Usai terjadi lonjakan kasus baru, trend COVID-19 di Kota Tangerang kembali meningkat, pada 1 Agustus bertambah sebanyak 6 kasus, kemudian 2 Agustus bertambah sebanyak 8 kasus.
Total kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang kini sebanyak 600 kasus (37 meninggal dunia, 492 sembuh dan 70 masih dalam perawatan).
"Sekarang Pemkot Tangerang terus dalam rangka operasi aman bersama kita berharap masyarakat itu tetap menaati protokol kesehatan COVID-19," pungkasnya. (RMI/RAC)
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGInsiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews