KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang menggelar Gebrak Masker di depan gerbang Puspem, dengan menyebar 10 ribu masker secara gratis, Senin (17/8/2020).
"Gebrak Masker kami gelar sebagai tindak lanjut surat dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Presiden Joko Widodo. Di Puspem, kami gelar bersama jajaran Forkopimda, pejabat eselon II dan PKK," ungkap Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Tak hanya Puspem, kegiatan ini juga digelar di 13 kecamatan. Masker disebarkan mulai dari sekitar lingkungan kantor hingga masuk ke berbagai wilayah.
"Kami harap, semangat kemerdekaan bisa menjadi penyuntik semangat baru bagi masyarakat Kota Tangerang untuk menghadapi COVID-19. Selalu menggunakan masker tanpa terkecuali," kata Arief.

Arief pun menghimbau, seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk tetap melakukan protokol 3M lawan COVID-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin.
"Semangat kemerdekaan, semangat melawan COVID-19. Indonesia bisa, Kota Tangerang bisa," serunya. (ADV)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews