Connect With Us

Wacana Proyek PLTSa Tangerang Rp2,6 Triliun Mandek, Ini Penyebabnya

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 30 Agustus 2020 | 14:25

Para pemulung sedang memilah sampah-sampah di TPA Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui PT Tangerang Nusantara Global (TNG) sangat serius ingin menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Rawa Kucing.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang ini pun telah menunjuk PT Oligo Infrastruktur Indonesia untuk menggarap proyek bernilai triliunan rupiah.

Namun, hingga saat ini progresnya mandek lantaran kerjasama PT TNG dengan pemenang lelang mega proyek ini masih dalam pembahasan yang alot.

Direktur PT TNG Edi Candra mengungkapkan alasan proyek PLTSa Rawa Kucing masih belum terlihat pembangunannya.

Menurutnya, pembangunan PLTSa telah memasuki fase dua, yakni penekanan kontrak antara PT TNG dengan PT Oligo Infrastruktur Indonesia.

“Pelelangan yang masuk dalam fase satu sudah selesai. Dimenangkan perusahaan konsorsium,” ujarnya, Minggu (30/8/2020).

Penekanan kontrak berlangsung cukup alot. Kendalanya adalah keberadaan PT TNG yang subjek hukumnya masih dipertanyakan perusahaan konsorsium dari Amerika, Hongkong, India dan Malaysia tersebut.

Meskipun alot, rentang waktu fase dua ini berlangsung sampai Oktober 2020.

“Mereka inginnya kerjasama langsung dengan Pemerintah Kota Tangerang. Padahal dalam hal ini Pemkot sudah menyerahkan ke PT TNG. Nah, PT TNG ini subjek hukumnya jelas, Perdanya ada,” jelas Edi.

Menurut Edi, alasan calon investor PLTSa mempertanyakan subjek hukum PT TNG karena holding company milik Pemerintah Kota Tangerang ini merupakan BUMD baru.

Sehingga, calon investor tersebut khawatir kerjasama proyek besar ini berhenti di tengah jalan.

“Maka khawatir proyeknya tidak berjalan,” tuturnya.

Adapun nilai proyek PLTSa Rawa Kucing yang diinvestasikan perusahaan konsorsium ini hampir menyentuh Rp2,6 triliun. Waktu kerjasamanya selama 25 tahun.

Dalam pelaksanaannya nanti, investor akan menggarap limbah Kota Tangerang untuk dijadikan pembangkit listrik. 

“Jadi, nanti mereka membangun fasilitas pengelolaan sampah. Teknologinya dari dia. Kami hanya menyiapkan lahan dan bahan baku sampah,” katanya.

Edi menambahkan proyek ini sangat penting dan bermanfaat. Sebab, diprediksi tiga sampai lima tahun ke depan, Kota Tangerang akan kesulitan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

“Makanya kita dari sekarang mulai berbenah untuk mengurangi sampah. Jadi, kalau sudah ada PLTSa, sebanyak 1.500 atau 2.100 ton sampah per hari akan dikelola dengan mesin menjadi pembangkit listrik,” paparnya.

Edi berharap proyek PLTSa ini dapat segera direalisasikan. Dia ingin PT Oligo Infrastruktur Indonesia menjadi penggarap proyek ini.

Sebab, jika kerjasama dengan PT Oligo Infrastruktur Indonesia batal, PT TNG akan kembali melaksanakan lelang yang prosesnya memakan biaya.

“Biaya lelang kan cukup besar. Kalau lelang lagi, kita bisa merugi,” pungkasnya. (RAZ/RAC)

HIBURAN
Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23

Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.

NASIONAL
Ada Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen dari PLN, Cek Syaratnya

Ada Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen dari PLN, Cek Syaratnya

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:45

PT PLN (Persero) memberikan diskon biaya penyambungan tambah daya listrik sebesar 50 persen melalui program “Energi Berdikari” dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Promo tersebut berlaku mulai 22 Oktober hingga 4 November 2026.

BANTEN
Polda Banten Ringkus Jaringan Curanmor Modus Aplikasi Kencan hingga Sita 27 Kendaraan, Ini Daftarnya

Polda Banten Ringkus Jaringan Curanmor Modus Aplikasi Kencan hingga Sita 27 Kendaraan, Ini Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00

TANGERANGNEWS.com-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten membongkar jaringan pencurian dan penggelapan kendaraan bermotor lintas provinsi.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill