KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Status pandemi COVID-19 Kota Tangerang kembali bergeser dari oranye menjadi merah. Hal ini setelah kembali terjadi lonjakan warga yang positif terjangkit virus mematikan tersebut.
Namun meski terjadi peningkatan kasus, kondisi di rumah sakit swasta yang menjadi rujukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terpantau masih relatif sepi pasien terpapar Corona.

Seperti pantauan TangerangNews di RS Mulya, Pinang, Kota Tangerang. Dari 15 tempat tidur di ruang khusus pasien COVID-19, hanya terisi sekitar 22 persen.
"Sampai saat ini, paling banyak sekali diisi 5 pasien. Bahkan rata-rata 4 pasien atau hanya 22 persen saja,” ungkap Kepala Divisi Kadiv Humas dan Marketing RS Mulya Ade Suhendi kepada TangerangNews, Rabu (2/9/2020).

Ade menambahkan, pasien yang dirawat di rumah sakit yang ditunjuk Pemkot Tangerang dengan Surat Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 445/kep. 320-Dinkes/2020, masih didominasi pasien umum.
Bahkan, kata dia, terjadi juga penurunan jumlah pasien rawat inap umum. Sebelum pandemi COVID-19, setiap hari RS ini melayani sekitar 60 pasien rawat inap umum.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan pantauan disitus https://covid19.tangerangkota.go.id/ yang diakses pada Rabu (2/9/2020), kasus COVID-19 di Kota Tangerang kembali meningkat. Jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 882 orang. Terjadi kenaikan 7 kasus dari hari sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 686 dinyatakan sembuh, 50 orang meninggal dunia, dan 146 masih dirawat. Sementara, kasus suspek yang dirawat sebanyak 533, atau terjadi kenaikan sebanyak 37 dari hari sebelumnya.(RMI/HRU)
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews