Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com–Tumpukan menggenangi Sungai Cisadane di Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang pada Senin (14/9/2020) siang ini. Banyaknya sampah ini membuat warga setempat geram.
Sampah jenis limbah rumahan hingga ranting-ranting pohon itu kini sedang diangkut petugas kebersihan dari Pemerintah Kota Tangerang.
Berdasarkan pantauan TangerangNews, petugas cukup kewalahan mengangkut sampah jenis ranting pohon. Mereka harus bersusah payah mengevakuasi sampah ranting ini ke pinggir sungai.
Samsul Anwar, warga Kalipasir Kota Tangerang, mengaku geram melihat kondisi Sungai Cisadane Tangerang siang ini digenangi banyaknya sampah.
"Biasanya ada saja sih sampah, tapi siang ini banyak. Bikin kesal warga sih kondisi ini," ujarnya.
Menurutnya, banyaknya sampah ini akibat kurangnya kesadaran masyarakat. Masih cukup banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke Sungai Cisadane. "Warga sini juga masih ada yang buang sampah ke sungai," katanya.
Dia menyebut para warga yang telah sadar peduli lingkungan telah berupaya mengimbau warga yang membuang sampah sembarangan agar Sungai Cisadane tidak tercemar.
"Apalagi kasihan juga kalau banyak sampah gini petugas membersihkannya ribet," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGTiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews