Connect With Us

Survei Sebutkan 2,3 % Warga Kota Tangerang Terpapar COVID-19

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 15 September 2020 | 10:28

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. (TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar virus COVID-19. Hal itu diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

Wali Kota Tangeang Arief R Wismanyah membenarkan hasil survei itu. Menurutnya, survei yang dilakukan menggunakan metode sero survei secara acak, kepada 3.000 responden yang tersebar di 13 kecamatan.

"Hasil yang didapat dari survei tersebut, sebanyak 2,3 persen warga Kota Tangerang terpapar COVID-19," ujarnya, seperti dilansir dari Antara, Selasa (15/8/2020).

Adapun hasil survei tersebut, akan dijadikan dasar bagi Pemkot Tangerang dalam mengambil kebijakan, untuk lebih masif dalam menerapkan Pembatasan Sosial Bersakala Lingkungan (PSBL) RW secara ketat.

"Makanya kami kembali perketat pelaksanaan PSBL RW agar angkanya bisa turun," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada awal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW di Kota Tangerang cukup meredam penyebaran covid. Dari sebelumnya ada 22 RW yang  menjadi zona merah, ditekan sampai 11 RW dalam kurun waktu dua pekan.

Kasus COVID-19 di Kota Tangerang mengalami peningkatan selama lima hari terakhir. Data kasus COVID-19 per tanggal 15 September 2020 pukul 08.00 WIB ada 1.067 kasus terkonfirmasi dengan rincian 178 orang positif dirawat, 834 dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia. Sedangkan untuk yang suspek dipantau dalam perawatan ada 748 orang.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang alami peningkatan sebanyak 11 kasus dibandingkan satu hari sebelumnya. Begitu juga dengan angka kematian yang bertambah satu orang. Saat ini Kota Tangerang memberlakukan PSBB. (RAZ/RAC)

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

OPINI
Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:36

Di era digital pada saat ini bagian yang tidak terpisahkan atau tidak bisa kita tinggalkan di kehidupan kita sebagai manusia adalah komunikasi yang di mana komunikasi itu bisa membuat atau menyampaikan berbagai informasi dengan cepat.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill