Connect With Us

Tidak Pakai Masker, ART di Tangerang Ini Ngaku Dirundung Masalah

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 17 September 2020 | 13:02

Ari Dwi, pelanggar protokol kesehatan COVID-19 saat diberikan sanksi oleh petugas di depan kantor Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (17/9/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Ari Dwi, warga Pinang, Kota Tangerang hanya bisa menangis saat diamankan petugas karena terjaring operasi yustisi di depan kantor Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (17/9/2020).

Petugas yang hendak melakukan pendataan kepada asisten rumah tangga itu sempat kesulitan lantaran ketika dimintai keterangan malah berbelit-belit.

Bahkan, dia beralasan sengaja tidak mengenakan masker karena saat ini tengah dirundung masalah yang berkepanjangan. 

"Kalian enggak tahu apa yang sedang saya rasakan, saya enggak maskeran karena menahan nangis dari tadi. Saya lagi berantem banyak masalah," ujar Ari Dwi saat diminta identitasnya oleh petugas.

Ari Dwi yang menolak untuk diberikan sanksi sosial berupa membersihkan jalanan lebih memilih menghindari petugas dan mencoba kabur.

Namun, aksinya tersebut dapat dicegah petugas kepolisian. Kepada petugas Ari meminta ingin dilepaskan, tetapi petugas memberikan sanksi teguran dan meminta dirinya untuk membacakan teks pancasila.

Ironisnya, Ari tak dapat menyebutkan butir-butir Pancasila karena tak hafal. Petugas yang tidak kehabisan akal akhirnya meminta Ari untuk menyanyikan lagu wajib nasional, alhasil Ari yang sebelumnya murung berubah ceria lantaran dirinya menguasai lagu nasional yang diminta oleh petugas.

"Coba dari tadi, kalau cuma begini saya bisa," kata Ari seraya beranjak untuk mengambil identitasnya kepada petugas.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli menuturkan operasi yustisi tersebut melibatkan jajaran TNI dan Polres Metro Tangerang Kota.

"Operasi yustisi yang kami gelar bersama tersebut diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19," tutur Ghufron.

Menurutnya, operasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga atas pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk menghindari paparan COVID-19. 

"Target kita bukan seberapa banyak masyarakat yang dijatuhkan sanksi, akan tetapi seberapa banyak kami memberikan edukasi kepada warga untuk bersama melawan COVID-19," pungkasnya. (RAZ/RAC)

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

KOTA TANGERANG
Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:16

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANTEN
Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill